The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Empat Pilar Strategi Kemenkes Tangani Kanker, Salah Satunya Melakukan Deteksi Dini
Ilustrasi seseorang yang mengidap kanker. (Freepik)
Health

Empat Pilar Strategi Kemenkes Tangani Kanker, Salah Satunya Melakukan Deteksi Dini

Paling banyak kanker ovarium.

Senin, 05 Desember 2022 19:30 WIB 05 Desember 2022, 19:30 WIB

INDOZONE.ID - Kanker saat ini menjadi salah satu penyakit yang mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Apalagi, kanker menjadi penyumbang kematian terbesar di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan dr Eva Susanti, S.Kp.,M.Kes mengatakan, pemerintah menerapkan strategi guna menanggulangi penyakit kanker yang terdiri dari empat pilar.

Eva bilang, keempat pilar tersebut adalah promosi kesehatan, perlindungan khusus, deteksi dini, dan penanganan kasus. Hal ini juga mencakup layanan paliatif seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 71 Tahun 2015, tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular.

"Kita juga secara berkala akan menyediakan pemeriksaan kanker di puskesmas. Keempat strategi ini harus dilakukan bersama-sama lintas sektor untuk memberikan informasi dan edukasi seluas-luasnya," ucap dr Eva dikutip dari Antara, Senin (5/12/2022).

Baca Juga: Apakah Kista Ovarium Bisa Berkembang Menjadi Kanker? Ini Penjelasan Dokter

Kanker merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang mengancam jiwa. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang minim pengetahuan dan informasi terkait kanker, khususnya ovarium jika dibandingkan dengan payudara atau serviks.

Hal ini menjadi salah satu penghambat upaya deteksi dini dan pencegahan lebih awal. Di dunia, kanker ovarium merupakan penyebab kematian nomor delapan bagi perempuan. Sedangkan di Indonesia, berada di peringkat ketiga dari sisi insiden dan tingkat kematian.

Eva menyampaikan, Kemenkes semakin menggencarkan kampanye deteksi dini untuk kanker ovarium. Penyebaran informasi ini pun dilakukan melalui berbagai media termasuk TikTok.

Hal ini agar lebih menarik perhatian masyarakat, khususnya anak muda agar memiliki kesadaran dalam melakukan pemeriksaan dini.

Baca Juga: Harus Waspada! 6 Kelompok Ini Rentan Mengalami Kanker Ovarium, Kamu Termasuk?

"Kita membuat edukasi, melalui sosial media melalui influencer agar orang-orang mau deteksi dini, agar penanganannya juga lebih baik dan ini membutuhkan dukungan berbagai pihak," kata Eva.

Selain itu, Kemenkes juga melakukan transformasi layanan kesehatan pada tingkatan primer. Misalnya, dengan memberikan peralatan yang lebih baik di puskesmas, serta penyuluhan kepada petugas medis tentang deteksi dini kanker.

"Pertama memang kita masih di kanker payudara karena jumlahnya banyak banget, kemudian kanker serviks. Kader-kader posyandu juga kita perkuat pengetahuan mereka untuk mengajak masyarakat usia produktif untuk periksa kanker," ujar Eva.

"Ya memang pelan-pelan tapi akan kita bereskan ini," lanjutnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Achmad Rafiq
JOIN US
JOIN US