The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Apa itu Aritmia dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
Ilustrasi aritmia (photo/Youtube/Armando Hasudungan)
Health

Apa itu Aritmia dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Rabu, 05 Agustus 2020 19:00 WIB 05 Agustus 2020, 19:00 WIB

INDOZONE.ID - Aritmia menggambarkan detak jantung yang tidak teratur. Dengan kondisi ini, jantung seseorang mungkin berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau dengan irama yang tidak teratur.

Aritmia terjadi ketika sinyal listrik yang mengoordinasikan detak jantung tidak berfungsi dengan benar. Detak jantung yang tidak teratur ini mungkin terasa seperti jantung berdebar-debar.

Dalam kebanyakan kasus, aritmia jantung tidak berbahaya. Namun, jika detak jantung sangat tidak, lemah atau rusak, aritmia dapat menyebabkan gejala dan komplikasi yang parah dan berpotensi fatal.

Apa itu Aritmia?

Ilustrasi aritmia
Ilustrasi aritmia (Carolina Heart and Leg Center)

Aritmia jantung merujuk pada sejumlah kondisi yang menyebabkan jantung berdetak tidak teratur, terlalu lambat, atau terlalu cepat.

Ada beberapa kategori aritmia, yaitu:

  • Bradikardia, atau detak jantung yang lambat
  • Takikardia, atau detak jantung yang cepat
  • Flutter atau fibrilasi, yaitu detak jantung yang tidak teratur
  • Detak jantung dini, atau kontraksi dini

Kebanyakan aritmia tidak parah dan tidak menyebabkan komplikasi. Namun, beberapa dapat meningkatkan risiko stroke atau jantung berhenti.

Beberapa orang mungkin mendengar dokter menggunakan kata "disritmia" ketika merujuk pada detak jantung yang tidak teratur. Kata aritmia dan disritmia artinya sama, tetapi kata aritmia lebih lazim.

Seperti Apa Detak Jantung yang Normal?

Ilustrasi melihat detak jantung
Ilustrasi melihat detak jantung (photo/Pexels/Ketut Subiyanto)

Dokter mengidentifikasi detak jantung yang sehat dengan menghitung berapa kali jantung berdetak setiap menit (bpm) selama istirahat.

Kisaran untuk detak jantung istirahat yang sehat bervariasi setiap orangnya, tetapi American Heart Association (AHA) menyarankan bahwa biasanya berkisar antara 60 dan 100 bpm.

Semakin bugar seseorang, semakin rendah denyut jantung istirahatnya. Atlit olimpiade biasanya memiliki detak jantung istirahat kurang dari 60 bpm, karena jantung mereka sangat efisien.

Jantung harus berdetak dengan irama teratur, yang terdiri dari detak "ba-bum" ganda dengan jarak genap di antaranya.

Salah satu detak ini adalah jantung yang berkontraksi untuk menyediakan oksigen ke darah yang telah beredar, dan yang lainnya melibatkan jantung yang mendorong darah teroksigenasi ke seluruh tubuh.

Seseorang dapat mengukur detak jantung mereka menggunakan denyut nadi mereka. Ini adalah titik di mana mereka dapat merasakan detak jantung melalui kulit. Lokasi terbaik tubuh untuk mengecek ini adalah:

  • Pergelangan tangan
  • Bagian dalam siku
  • Sisi leher
  • Bagian atas kaki
     

Penyebab Aritmia

Ilustrasi obat-obatan
Ilustrasi obat-obatan (photo/Pixabay/Steve Buissinne)

Gangguan pada impuls listrik yang merangsang kontraksi jantung dapat menyebabkan aritmia.

Beberapa faktor juga dapat menyebabkan jantung bekerja secara tidak benar, seperti:

  • Penyalahgunaan alkohol
  • Diabetes
  • Penggunaan narkoba
  • Terlalu banyak minum kopi
  • Penyakit jantung, seperti gagal jantung kongestif
  • Tekanan darah tinggi
  • Hipetiroidisme, atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif menekankan
  • Jaringan parut jantung, seringkali karena serangan jantung
  • Merokok
  • Suplemen diet dan obat herbal tertentu
  • Beberapa obat
  • Perubahan struktural di hati

Seseorang dengan kesehatan jantung yang baik hampir tidak akan pernah mengalami aritmia jangka panjang kecuali mereka memiliki pemicu eksternal seperti, gangguan penggunaan zat atau sengatan listrik.

Tanda dan Gejala-gejala Aritmia

Ilustrasi nyeri dada
Ilustrasi nyeri dada (photo/Pixabay/Pexels)

Aritmia mungkin tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, dokter dapat mendeteksi aritmia selama pemeriksaan rutin atau setelah meminta elektrokardiogram (EKG).

Bahkan jika seseorang mengalami beberapa gejalanya, itu tidak berarti bahwa mereka memiliki aritmia yang parah.

Gejala aritmia tergantung pada jenis aritmia yang diderita, sebagai berikut:

1. Gejala takikardia

Gejala detak jantung yang cepat termasuk:

  • Sesak napas
  • Pusing
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Sakit/nyeri dada
  • pusing
  • kelemahan mendadak
     

2. Gejala bradikardia

Bradikardia dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Angina, atau nyeri dada
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kebingungan
  • Lebih sulit berolahraga
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Jantung berdebar
  • Sesak napas
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Banyak berkeringat
     

3. Gejala A-fib

Gejala A-fib dapat menyebabkan:

  • Angina
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Jantung berdebar
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Kelemahan
     

Faktor Risiko dan Pencegahan Aritmia

Ilustrasi obesitas
Ilustrasi obesitas (photo/Unsplash/AllGo - An App For Plus Size People)

Berikut ini beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko aritmia pada seseorang, yaitu:

  • Berusia 65 tahun atau lebih
  • Anomali genetik yang diwariskan
  • Masalah jantung yang mendasarinya
  • Hipotiroidisme atau hipertiroidisme
  • Beberapa obat 
  • Hipertensi
  • Obesitas
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Apnea tidur obstruktif
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Konsumsi alkohol yang berat
  • Terlalu banyak konsumsi kafein
  • Obat-obatan ilegal

Beberapa di antaranya memang tidak dapat dihindari, namun kamu dapat mengambil beberapa langkah untuk mengurangi risiko terserang aritmia.

Tindakan-tindakan ini seperti tetap aktif, menghindari konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang, dan membatasi asupan kafein.

American Heart Association (AHA) merekomendasikan setidaknya kamu melakukan olahraga selama 150 menit yang cukup intens setiap minggu.


Nah, itulah penjelasan aritmia yang #KAMUHARUSTAU. Semoga artikel berikut memberikan informasi bermanfaat untuk kamu semua. 

Jangan lupa untuk terus ikuti berita maupun artikel terbaru lainnya ya, hanya di INDOZONE.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
jimmy
jimmy

Jimmy

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US