The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

5 Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Hepatitis yang Masih Dipercaya
Ilustrasi hepatitis (freshbeetle.com)
Health

5 Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Hepatitis yang Masih Dipercaya

Senin, 12 Oktober 2020 17:59 WIB 12 Oktober 2020, 17:59 WIB

INDOZONE.ID - Ada sejumlah fakta dan mitos penyakit hepatitis yang beredar di masyarakat, salah satunya disebutkan jika penyakit hepatitis akan semakin parah ketika pasien kerap tidur di atas pukul 23.00 WIB.

Tidak hanya itu, mitos-mitos lain beredar yang menyebutkan bahwa pasien hepatitis tidak boleh mengonsumsi makanan bersantan.

Faktanya, menurut dokter dari Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH bahwa mitos-mitos penyakit hepatitis tersebut tidaklah benar.

Supaya kamu tidak salah kaprah lagi, berikut ini dirangkum Indozone dari berbagai sumber, sederet mitos dan fakta seputar penyakit hepatitis yang masih dipercaya masyarakat:

fakta mitos penyakit hepatitis
Ilustrasi hepatitis (freshbeetle.com)

Mitos Hepatitis 1: Semua jenis hepatitis itu pada dasarnya sama.
 

Fakta: Virus hepatitis A, B, C, D dan E berbeda dengan berbagai cara penularan dan manifestasi klinis.

Hepatitis A dan E ditularkan melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi, hepatitis B dan C ditularkan melalui transfusi darah, hubungan seks tanpa pelindung, dan tato. Sementara, hepatitis D hanya terjadi pada pasien dengan hepatitis B.

Mitos Hepatitis 2: Hepatitis hanya disebabkan oleh infeksi yang ditularkan melalui air.
 

Fakta: Hepatitis disebabkan oleh virus yang terbawa darah. Virus tersebut bisa menyebabkan penyakit hati stadium akhir atau sirosis.

Hepatitis B adalah infeksi yang dapat dicegah. Ada vaksin untuk hepatitis B yang diberikan saat lahir. Orang dewasa yang belum pernah divaksin sebelumnya tetap bisa divaksinasi setelah uji lab untuk hepatitis B.

Mitos Hepatitis 3: Tidak ada perawatan untuk penyakit hepatitis.
 

Fakta: Kebanyakan orang mencari pengobatan setelah mengonsumsi berbagai ramuan dari seseorang yang bukan dokter.

Secara medis, hepatitis terobati jika orang mendapat perawatan yang tepat dari dokter setelah timbul gejala. Hal ini diungkapkan oleh Dr Rakesh Patel, Gastroenterologist, Fortis Hospital, Kalyan.

Mitos Hepatitis 4: Hepatitis adalah penyakit genetik atau turunan dari orang tua.
 

Fakta: Hepatitis bukan penyakit genetik dan tidak diturunkan. Tapi, hepatitis B sering ditularkan dari ibu ke anak selama proses persalinan.

Penularan dari ibu dapat dicegah apabila status HBV-nya diketahui dan imunoglobulin serta vaksin diberikan kepada bayi baru lahir dalam 12 jam setelah kelahiran.

Sebagai catatan juga, khusus penyebaran virus hepatitis A dan E, biasa terjadi akibat adanya kontaminasi sumber air dengan virus.

Apabila pasien hepatitis A dan E berhenti buang virus dalam tinja, maka tidak akan menularkan pada orang lain.

Mitos Hepatitis 5: Virus hepatitis tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia.
 

Fakta: Penularan virus hepatitis B tercatat 10 kali lebih cepat daripada virus Hepatitis C, dan 50-100 kali lebih mudah menular daripada HIV.

Virus hepatitis B dapat bertahan hidup dalam darah kering hingga tujuh hari dan tetap mampu menyebabkan infeksi.

Sedangkan, virus hepatitis C dapat bertahan hidup hingga 16 jam. Virus ini juga dapat menyebar dari cipratan cairan yang terinfeksi ke konjungtiva.


Nah, itulah sederet mitos dan fakta seputar penyakit hepatitis yang masih dipercaya masyarakat agar kamu tidak salah kaprah lagi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US