The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pria Dewasa, Atasi Ejakulasi Dini dengan Terapi Pikiran
Terapi Pikiran untuk Mengatasi Ejakulasi Dini. (Foto: iStockphoto/Tom Merton)
Health

Pria Dewasa, Atasi Ejakulasi Dini dengan Terapi Pikiran

Selasa, 05 Januari 2021 14:30 WIB 05 Januari 2021, 14:30 WIB

INDOZONE.ID - Ejakulasi dini adalah kondisi dimana pria terlalu cepat mengeluarkan sperma (orgasme) saat berhubungan intim.

Tak hanya saat berhubungan intim, ejakulasi dini juga diartikan sebagai ejakulasi yang terjadi sebelum penetrasi seksual.

Ejakulasi dini termasuk dalam disfungsi seksual yang bisa terjadi kepada siapa saja.

Ada banyak penyebab namun yang utama adalah faktor psikologis dan fisik. Masalah psikologis bisa berupa gangguan kecemasan, stres, dan depresi.

Terdapat terapi bagi pria yang mengalami masalah seksual ini. Salah satunya adalah konsultasi pada psikolog atau psikiater.

Baca Juga : Cegukan Mengganggu? Begini Cara Menghilangkannya!

Biasanya, para psikolog menggunakan pendekatan terapi kognitif dan perilaku (Cognitive Behavioral Therapy/CBT).

Terapi ini mampu menunda ejakulasi dengan teknik-teknik yang diajarkan oleh terapis.

Pasien dan terapis akan mencari akar permasalahan yang memicu ejakulasi dini. Pasien mungkin ditanya soal pengalaman masa kecil, pengalaman seksual, serta emosi yang pasien rasakan.

Selanjutnya pasien diminta untuk mengevaluasi hubungannya dengan pasangan. Hal ini supaya pasien lebih rileks dan bisa menikmati seks, ia dan pasangan harus memiliki ikatan batin yang erat.

Terapis juga mungkin mengajak pasangan pasien untuk ikut beberapa sesi terapi. Ini supaya si pasangan tahu bagaimana cara mendukung pasien mengatasi masalah ini.

Ingat, CBT bukan pengobatan instan. Tidak ada obat instan yang bisa mengatasi ejakulasi dini.

Pasien harus gigih dan punya kemauan tinggi untuk berubah.

Untuk melatih perubahan perilaku, pasien akan diajari berbagai teknik untuk mengusir pola pikir negatif dan mengendalikan diri, misalnya ketika muncul rasa cemas atau gugup saat berhubungan intim.

Pasien bisa menarik napas dalam beberapa kali supaya rasa cemasnya pergi. Dengan begitu, pasien jadi lebih mampu menunda ejakulasi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ferry Andika
Abdul Fattah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US