Apa Aturan Konsumsi Lemak bagi Pasien Jantung Koroner?
Ilustrasi makanan berlemak. (Unsplash/Carles Rabada)
Health

Apa Aturan Konsumsi Lemak bagi Pasien Jantung Koroner?

Tidak boleh sembarangan

Minggu, 23 Februari 2020 16:17 WIB 23 Februari 2020, 16:17 WIB

INDOZONE.ID - Lemak merupakan salah satu sumber nutrisi yang diperlukan oleh tubuh setiap individu. Hanya saja, bagi penderita penyakit jantung koroner, sumber dan jumlah lemak yang dibutuhkan tidak boleh sembarangan.

Dokter spesialis jantung, dr. Yogi Trilaksono SpJP., menyarankan pasien jantung sebaiknya mencari sumber makanan yang baik untuk menunjang kesehatan jantung. Misalnya buah alpukat, minyak zaitun, ikan laut, kacang almond, kacang kenari (walnut), kacang merah, kacang hijau, biji-bijian, serta minyak ikan.

pizza, makanan sehat
Ilustrasi (Unsplash.com/Karthik Garikapati)

"Bagi penderita penyakit jantung, sebaliknya hindari sumber makanan yang memang berbahaya untuk kondisi jantung. Seperti jeroan, kulit ayam, dan lemak pada daging sapi yang merupakan sumber makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi. Kesemua makanan tersebut, termasuk yang pantang dikonsumsi oleh penderita jantung," kata dokter Yogi kepada Indozone.

Kenapa pasien jantung sebaiknya mengurangi asupan lemak? Dokter Yogi mnerangkan, sebenarnya tidak semua sumber lemak harus dihindari. Jenis lemak baik tentu masih boleh dikonsumsi dan tidak perlu dikurangi. Namun, tetap harus diperhatikan jika penderita jantung sedang berupaya untuk menurunkan berat badan. Asupan lemak baik tersebut mungkin harus sedikit dikurangi, karena masih mengandung kalori yang cukup tinggi.

"Lain halnya dengan lemak jahat yang memang sebaiknya dihindari sama sekali oleh orang dengan penyakit jantung. Bukan tanpa alasan, sumber lemak ini justru bisa memperparah kondisi jantung karena menghambat aliran darah tubuh," jelasnya.

spaghetti
Ilustrasi (Unsplash.com/Nerfee Mirandilla)

Di samping itu, perhatikan juga cara mengolah makanan. Alangkah baiknya untuk menghindari memasak dengan metode deep frying, atau menggoreng dengan merendam dalam minyak panas. Selain bisa merusak zat gizi dalam makanan, metode memasak tersebut juga bisa menambah kandungan lemak jahat.

"Sebagai gantinya, coba gunakan cara memasak lainnya. Anda bisa mengukus, memepes, atau membakar, tetapi dengan tetap memerhatikan sumber makanan," tambahnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Vessy Dwi
JOIN US