The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Omicron Makin Menggila, IDI: Nakes RI Terancam
Ilustrasi nakes yang kelelahan (Pixabay/Boyloso)
Health

Omicron Makin Menggila, IDI: Nakes RI Terancam

Senin, 07 Februari 2022 11:30 WIB 07 Februari 2022, 11:30 WIB

INDOZONE.ID - Infeksi COVID-19 varian Omicron semakin menggila. Lonjakan kasus akibat varian BA.1 ini mulai mengancam sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia.

Kabar buruk tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban. Melalui unggahan di akun Twitter pribadinya, Prof Zubairi mengungkap kesehatan nakes mulai terancam terlebih jika permintaan pasien COVID-19 rawat inap terus meningkat.

"Gelombang ini mulai mengancam nakes di rumah sakit. Kalau yang terinfeksi banyak dan mereka harus cuti, maka ketidaktersediaan nakes akan memengaruhi pelayanan," tulisnya, Senin (7/2/2022).

Lebih lanjut, menurutnya serangan Omicron terhadap nakes akan sangat berbahaya, bahkan bisa menimbulkan krisis nakes seperti yang terjadi di Inggris.  

"Hal ini dapat menjadi masalah yang berat-seperti yang terjadi di Inggris. Saya harap itu tidak terjadi,” sambungnya. 

Seperti diketahui, Inggris sempat mengalami krisis tenaga kesehatan lantaran banyak dari mereka yang terpapar COVID-19 dan wajib dikarantina. Hal ini pun membuat beberapa RS kewalahan lantaran kasus COVID-19 tengah melonjak.

Baca juga: Lagi Ngecek Omicron, Ganjar Jatuh dan Masuk Rumah Sakit, Begini Kondisinya

Adapun agar tidak terjadi hal serupa, pemerintah Indonesia sebenarnya sudah mendesak warga atau pasien COVID-19 yang bergejala ringan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah. Sementara, hanya pasien COVID-19 bergejala berat saja yang bisa dirawat di rumah sakit.

Namun, jika memang tempat atau rumah tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri, barulah pasien bergejala ringan diperbolehkan menjalani perawatan di isolasi terpusat.

Pelarangan ini semata-mata demi menghindari beban fasilitas kesehatan, agar bisa berfokus pada pasien bergejala berat.

Selain itu, menurut pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono strategi tersebut juga mengurangi risiko beban nakes.

"Kita harus sayang pada tenaga kesehatan, agar tidak terinfeksi, layanan kesehatan harus terus berjalan, bukan hanya layani COVID-19 berat tetapi juga penyakit-penyakit lain," pesan Pandu.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US