The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pakar: Orang Indonesia Khususnya Kalangan Anak-Anak Belum Terbiasa Sarapan
Ilustrasi sarapan. (Pexels/Werner Pfennig)
Health

Pakar: Orang Indonesia Khususnya Kalangan Anak-Anak Belum Terbiasa Sarapan

Alasan tidak sarapan beragam.

Jumat, 18 Februari 2022 09:47 WIB 18 Februari 2022, 09:47 WIB

INDOZONE.ID - Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia, dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpG mengatakan, sarapan masih belum menjadi kebiasaan di Indonesia khususnya di kalangan anak-anak.

Riset yang dilakukan Pergizi Pangan Indonesia tahun 2013 menunjukkan, hampir 60 persen anak Indonesia belum memiliki kebiasaan sarapan dengan alasan beragam. Mulai dari tidak sempat hingga tidak terbiasa sarapan.

"Biasanya pagi-pagi urusan emak-emak susah bangunin anak apalagi saat masih sekolah tatap muka. Drama pagi hari panjang sehingga enggak sempat sarapan atau sempat sarapan tapi enggak habis karena terburu-buru harus berangkat, atau sulit karena enggak biasa sarapan," kata Diana.

Sementara itu, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sebanyak 44,6 persen anak Indonesia mengkonsumsi sarapan dengan asupan gizi kurang dari 15 persen total kebutuhan energi.

Baca juga: Pandemi COVID-19 Bikin Gen Z dan Milenial Mulai Lebih Sering Sarapan

Sekitar 26,1 persen anak hanya minum teh, air putih atau susu untuk sarapan. padahal, anak usia sekolah membutuhkan 1.550 kalori perhari.

Mulai dari karbohidrat, protein, hingga lemak yang mengandung omega 3 dan 6 serta vitamin, mineral dan juga serat untuk mendukung kesehatan pertumbuhannya.

Jika kebutuhan asupan tersebut tidak terpenuhi, akan berdampak pada pertumbuhan, status gizi hingga penyerapan ilmu di sekolah.

Anak yang tidak terbiasa sarapan bisa sulit berkonsentrasi saat belajar. Sebab, otaknya tidak cukup mendapatkan energi.

"Konsentrasinya kurang, banyak melamun karena otaknya tidak cukup mendapat energi. Anak terlihat mengantuk di sekolah, padahal tadi malam cukup tidur. Otak kurang mendapatkan energi asupan terutama karbohidrat dan protein," tutur Diana, dikutip dari Antara pada Jumat (18/2/2022).

Diana mengatakan, untuk porsi sarapan anak bisa disajikan dalam porsi kecil namun tetap mengikuti kaidah gizi seimbang. Boleh nasi atau roti. Namun, lengkapi dengan protein misalnya telur, sayuran, dan buah.

Adapun waktu yang ideal sebelum sarapan yaitu setengah jam atau satu jam sebelum beraktivitas.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Dina
Dina

Dina

Writer
JOIN US
JOIN US