The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Gejala Dominan Omicron BA.4 dan BA.5 yang Harus Diwaspadai di Tengah Kasus Meningkat
Positif omicron. (Freepik)
Health

Gejala Dominan Omicron BA.4 dan BA.5 yang Harus Diwaspadai di Tengah Kasus Meningkat

Batuk hingga demam.

Rabu, 29 Juni 2022 08:59 WIB 29 Juni 2022, 08:59 WIB

INDOZONE.ID - Kasus COVID-19 yang disebabkan oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 terus meningkat, itu artinya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tidak boleh dianggap remeh meski banyak studi yang mengatakan varian ini tidak begitu berbahaya.

Ada beberapa gejala yang paling dominan dari subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), di antaranya ialah batuk, pilek, nyeri tenggorok, demam.

"Gejala yang dominan adalah batuk nyeri tenggorok demam dan pilek," ujar Ketua Kelompok Kerja Infeksi PDPI Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) dikutip dari Antara.

Ia mengatakan bahwa subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 masuk dalam variant of concern (VOC) yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Omicron BA.4 dan BA.5 Makin Merebak! Lansia Wajib Divaksin Booster

Menurutnya, per 23 Juni 2022 terdapat 21 kasus BA.4 di dalam negeri dengan usia terbanyak adalah usia produktif yaitu 20-59 tahun.

"BA.4 pada anak-anak 5 persen dan pada lansia ada sekitar 15 persen, 90 persen adalah warga negara Indonesia. Jadi ini betul-betul transmisi lokal dan lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan," katanya.

Dilansir Antara, pasien yang terinfeksi BA.4 sudah menerima vaksin dosis ketiga sebanyak 62 persen, vaksin lengkap 24 persen dan hanya 5 persen yang belum divaksin.

"Yang belum divaksin berhubungan dengan usia yaitu anak-anak di bawah 5 tahun," katanya.

Untuk kasus BA.5, mencapai 122 kasus. Sub varian baru ini diperkirakan terus bertambah hingga saat ini.

"92 persennya adalah WNI, umumnya mereka isolasi mandiri di rumah karena gejala ringan," tambahnya.

Sementara itu berdasarkan studi di Hong Kong, Erlina mengatakan, perbedaan varian Omicron, Delta atau varian awal adalah di bronkus.

Untuk tingkat kematian, varian Omicron lebih rendah dibandingkan Delta. Dan lama perawatan di rumah sakit juga lebih pendek dibandingkan dengan Delta.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Fitri
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Fitri

Fitri

Writer
JOIN US
JOIN US