The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Risiko Kematian Pasien Jantung yang Terinfeksi Corona Lebih Tinggi
Karyawan memakai masker saat beraktivitas di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)
Health

Risiko Kematian Pasien Jantung yang Terinfeksi Corona Lebih Tinggi

Ini alasannya.

Jumat, 06 Maret 2020 11:47 WIB 06 Maret 2020, 11:47 WIB

INDOZONE.ID - Angka kasus Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona baru terus bertambah. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 5 Maret, sudah ada 95.333 kasus dengan jumlah kasus baru 2.241. Selain itu, virus tersebut juga telah merenggut nyawa 3.282 pasien.

Menurut keterangan dokter spesialis penyakit jantung, dr Vito A. Damay, Sp.JP (K), M.Kes, FIHA, FICA, dari kasus kematian yang disebabkan oleh virus corona baru dalam Covid-19, 80 persen adalah pasien berusia 60 tahun ke atas. Selain itu, 75 persen juga sudah memiliki penyakit jantung pembuluh darah seperti stroke atau tumor.

"Salah satu faktor yang membuat manifestasi Covid-19 menjadi lebih berat adalah penyakit penyerta atau kondisi medis dari pasien. Termasuk pasien yang memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah, manifestasinya lebih berat dari pada orang sehat yang kena virus corona ini," ujar dr Vito kepada Indozone melalui pesan singkat, Jumat (6/3/2020).

Lebih jauh dokter yang berpraktik di RS Siloam Karawaci itu menerangkan, pasien yang mempunyai riwayat gangguan jantung lebih rentan mengalami manifestasi. Kemungkinan meninggalnya pasien juga menjadi lebih tinggi. 

Risiko Kematian Pasien Jantung yang Terinfeksi Virus Corona Lebih Tinggi, Kenapa?
Ilustrasi sakit jantung. (Thestar)

"Tentu dengan catatan seberapa parah riwayat gangguan jantungnya. Usia yang lebih tua juga berpengaruh," ucap dr Vito.

Kondisi jantung ternyata merupakan faktor penting pada klinis pasien yang terinfeksi virus corona baru.

Pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung berpotensi mencetuskan kondisi akut jantung ketika terinfeksi virus corona baru.

Ilustrasi seorang wanita tengah mengalami serangan jantung
Ilustrasi seorang wanita tengah mengalami serangan jantung (freepik)

Terlebih apabila sampai terjadi penurunan fungsi paru yang nyata akibat infeksinya. Inilah yang kemudian dapat meningkatkan risiko pasien corona meninggal dunia.

"Kondisi jantung yang mungkin terjadi adalah kegagalan fungsi jantung, tekanan darah turun hingga syok, kurangnya oksigen di organ-organ tubuh karena fungsi jantung memompa darah yang isinya oksigen, gangguan irama jantung. Bahkan ada kasus yang mengalami peradangan otot jantung atau miokarditis," pungkas dr Vito.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US