The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sederet Gejala Kanker Paru yang Mematikan, Salah Satunya Kehilangan Selera Makan
Ilustrasi dokter memeriksa rontgen paru. (Pexels/Anna Shvets)
Health

Sederet Gejala Kanker Paru yang Mematikan, Salah Satunya Kehilangan Selera Makan

Kehilangan selera makan hingga berat badan.

Minggu, 07 Agustus 2022 12:02 WIB 07 Agustus 2022, 12:02 WIB

INDOZONE.ID - Kanker paru merupakan salah satu kanker mematikan dan menjadi kanker paling umum yang di Indonesia. Perokok menjadi salah satu orang paling berisiko terkena kanker paru.

Risiko kanker paru meningkat seiring dengan lamanya waktu dan jumlah rokok yang dihisap. Jika berhenti merokok bahkan setelah merokok bertahun-tahun, tak menutup kemungkinan untuk mengurangi kemungkinan kena kanker paru-paru.

Meski penyebabnya jelas karena merokok, namun banyak orang yang masih abai mengenai gejala kanker paru-paru. Dikutip dari Instagram resmi @p2ptmkemenkesri, berikut gejala awal yang timbul terhadap orang yang mengidap kanker paru:

  • Batuk berkelanjutan dan bertambah parah, hingga akhirnya mengalami batuk darah
  • Sakit kepala
  • Kelelahan tanpa alasan
  • Sesak napas dan nyeri di dada
  • Pembengkakan pada muka atau leher
  • Sakit pada tulang, bisa di bahu, lengan atau tangan
  • Berat badan turun
  • Kehilangan selera makan
  • Suara menjadi serak
  • Kesulitan menelan atau sakit menelan sesuatu
  • Perubahan pada bentuk jari, ujung jari menjadi cembung

Cara mencegah kanker paru-paru

Selain berhenti merokok atau menghindari rokok, kanker paru-paru bisa dicegah dengan berbagai cara. Dikutip dari Mayoclinic, kanker paru bisa dicegah dengan menghindari asap rokok.

Jika kamu tinggal atau pekerja dengan seorang perokok, usahakan memintanya untuk merokok di luar atau jauh dari dirimu.

Selain itu, kamu juga perlu memeriksa kadar radon di rumahmu, terutama jika kamu tinggal di daerah yang diketahui bermasalah dengan radon.

Tingkat radon yang tinggi dapat diatasi untuk membuat rumah jadi lebih aman.

Kamu juga harus memperhatikan asupan makanan. Usahakan rutin mengonsumsi buah-buahan serta sayuran yang kaya akan vitamin dan nutrisi. Hindari mengonsumsi vitamin dalam dosis besar yang berbentuk pil karena dianggap berbahaya.

Kemudian, kamu juga perlu rutin berolahraga. Bila belum rutin atau teratur, mulailah berolahraga minimal sekali seminggu.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US