The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bukan Kutukan, Polycoria Bikin Mata Punya Lebih dari 1 Pupil
Ilustrasi mata dengan kelainan genetik (voicetube.com)
Health

Bukan Kutukan, Polycoria Bikin Mata Punya Lebih dari 1 Pupil

Kelainan pada mata manusia

Minggu, 26 Januari 2020 14:09 WIB 26 Januari 2020, 14:09 WIB

INDOZONE.ID - Mata merupakan organ penglihatan yang ada pada manusia dan juga hewan. Mata juga menjadi salah satu organ yang penting dan harus dijaga kesehatannya. Namun tahukah kamu bahwa ternyata terdapat suatu kondisi yang sangat langka dimana mata manusia memiliki dua pupil atau lebih pada satu mata.

Kondisi ini secara medis disebut dengan polycoria. Polycoria terbagi menjadi dua jenis, yaitu polycoria yang sesungguhnya dan polycoria semu/pseudopolycoria. Ciri yang membedakan keduanya adalah pada polycoria asli, satu mata penderita akan terdapat dua atau lebih pupil. Setiap pupil dapat melebar dan berkontraksi secara terpisah untuk mengatur cahaya masuk karena setiap pupil memiliki otot matanya masing-masing.

Kondisi tersebut dapat memperburuk penglihatan penderita karena biasanya jumlah cahaya yang dapat ditangkap oleh mata menjadi lebih sedikit sehingga pandangan lebih kabur dan redup. Sedangkan pada pseudopolycoria, orang yang memiliki kondisi ini juga akan memiliki penampilan berupa pupil lebih dari satu pada satu mata. Namun, penampilan itu tidak berpengaruh apapun pada penglihatan orang tersebut.

Sebab pupil-pupil pada mata tersebut tidak memiliki otot mata yang terpisah. Jadi, hanya penampilannya saja yang mengalami kelainan. Ciri utama seseorang menderita polycoria adalah penglihatan pada mata yang kelainan menjadi kabur, redup, blur, bahkan dapat menyebabkan penglihatan secara ganda.

Penyebab utama polycoria sendiri belum diketahui hingga saat ini. Namun, beberapa penyakit mata lainnya dapat dikaitkan sebagai penyebab terjadinya polycoria. Penyakit mata tersebut seperti katarak, masalah pada retina, glukoma, dan perkembangan mata yang tidak sempurna saat masih kecil.

Sebenarnya belum ditemukan penanganan yang paling tepat untuk menyembuhkan kelainan tersebut. Sebab, penderita polycoria terbilang sangat langka, ditambah lagi sebagian besar dari pernderita tersebut hanya mengalami pseudopolycoria yang tidak mengganggu penglihatan, sehingga tidak membutuhkan penanganan.

Sedangkan bagi penderita polycoria sesungguhnya dimana penglihatan mereka terganggu, sejauh ini penanganan berupa operasi pupilloplasty merupakan cara yang paling sukses dalam memperbaiki penglihatan penderita.

Sebagai saran jika kamu atau orang terdekat kamu mengalami kondisi langka ini, ada baiknya agar segera memeriksakan ke dokter mata walaupun penglihatanmu tidak terganggu.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Dita Rana
Dita Rana

Dita Rana

Community Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US