The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Orang Tua Tak Perlu Khawatir, Ini Tips Agar Anak Terhindar dari Hepatitis Akut saat PTM
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di SMA Negeri 87, Jakarta (Ilustrasi/ ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Health

Orang Tua Tak Perlu Khawatir, Ini Tips Agar Anak Terhindar dari Hepatitis Akut saat PTM

Jaga kebersihan!

Selasa, 17 Mei 2022 08:55 WIB 17 Mei 2022, 08:55 WIB

INDOZONE.ID - Merebaknya kasus hepatitis akut di kalangan usia anak telah membuat orang tua khawatir. Mereka was-was melepas buah hatinya untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Jawa Barat memberikan tips agar anak-anak terhindar dari hepatitis akut selama mengikuti PTM di sekolah.

Menurut Kepala Dinkes Bogor, Mike Kaltarina pihaknya telah memberikan panduan terkait pencegahan penyakit menular tersebut. 

"Kami sudah memberikan panduannya juga kepada Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi penularan hepatitis di lingkungan sekolah," katanya, seperti yang dikutip Indozone dari ANTARA, Selasa (17/5/2022).

Adapun beberapa tips untuk mencegah hepatitis akut, yaitu rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengonsumsi makanan dan minuman yang matang sempurna, menggunakan peralatan pribadi, mengenakan masker, menjaga jarak dengan teman yang sedang sakit, serta rutin membersihkan benda yang disentuh.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut di Sekolah, Kemendikbud Diminta Segera Keluarlan SE

Lebih lanjut, Mike menjelaskan Hepatitis A, B, C, D dan E memiliki beberapa gejala yang wajib diwaspadai. Di antaranya seperti, demam disertai diare, mual, muntah dan sakit perut.

Kemudian indikator lainnya yaitu jika angka Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) dan Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) di atas 500.

“Itu yang harus diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang punya anak balita. Gejala yang perlu diwaspadai juga meliputi warna mata dan kulit dapat menguning, kejang serta kesadaran menurun,” sambungnya.

Dia juga mengimbau, jika masyarakat menemukan gejala awal tadi, maka segeralah membawa pasien ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis dan jangan menunggu hingga muncul gejala lanjutan.

“Gejala lanjutan itu seperti kulit dan mata mulai berwarna kuning. Agar tidak terlambat penanganan terhadap dugaan penyakit hepatitis akut, maka segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” bebernya.

Meski begitu, Mike memastikan bahwa hingga kini Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor belum menerima laporan mengenai adanya masyarakat yang menderita hepatitis akut yang disebabkan oleh infeksi adenovirus serotype.

Akan tetapi, dia mengaku telah membentuk tim PE (penyelidikan epidemiologi) serta menyebarkan formulir investigasi ke seluruh puskesmas dan rumah sakit, khususnya di Kabupaten Bogor. Hal ini untuk mendeteksi hepatitis akut kepada masyarakat yang bergejala hepatitis.

"Ada formulir investigasi, kita telusuri semua yang gejalanya mirip. Sehingga nanti diketahui jenis hepatitisnya,"pungkasnya. 
 


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US