Ini Penyebab Belum Ditemukannya Obat Virus Corona
Ilustrasi virus corona (ARCHYWORLDYS)
Health

Ini Penyebab Belum Ditemukannya Obat Virus Corona

Karakter virus corona sulit dipahami

Senin, 17 Februari 2020 21:46 WIB 17 Februari 2020, 21:46 WIB

INDOZONE.ID - Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Jakarta sempat dikabarkan berencana mengembangkan vaksin untuk virus corona atau yang disebut  COVID-19. Langkah yang sama juga banyak dilakukan oleh peneliti di berbagai penjuru dunia.

Hal ini dikarenakan mengingat virus tersebut adalah virus baru yang menginfeksi banyak orang dan belum ada vaksin maupun obatnya hingga sekarang.

Rencana LBM Eijkman disambut baik oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Achmad Yurianto langkah tersebut bisa membantu pemerintah untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

"LBM Eijkman itu milik Kemenristekdikti. Mereka konsisten membantu Kemenkes mempelajari lebih dalam lagi tentang virus COVID-19. Virus ini baru dua bulan, banyak hal yang belum kami pahami," ujar Yurianto dalam temu media, Senin (17/2/2020), di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Yurianto mengatakan penelitian yang dilakukan LBM Eijkman nantinya mengarah kepada karakter virus, contohnya mutasi virus. Hingga saat ini virus COVID-19 memang belum ditemukan di Indonesia sehingga karakternya tidak diketahui secara pasti.

"Kalau bagaimana di Tiongkok, di sana 'kan sudah dilakukan penelitian. Tapi di Indonesia belum sampai dan belum bisa banyak dikomentari. Tapi secara global dan WHO, para ahli berusaha memahami virus ini dengan cepat," ucap Yurianto.

ilustrasi virus corona
Virus corona (Dok. NIAID-RML)

Dengan diketahuinya karakter virus, maka intervensi dapat lebih mudah dilakukan. Contohnya menemukan vaksin dan menentukan obat.

"Sampai saat ini belum ada obat yang efektif dan vaksin yang digunakan. Apalagi di Indonesia belum ada sampel positif," kata Yurianto.

Terkait penggunaan obat herbal yang diklaim dapat mengatasi virus corona, dirinya mengatakan tidak melarang.

"Tapi yang harus dipahami vaksin dan obat belum ada karena virusnya belum ketemu. Ada yang bilang obat herbal bisa mengatasi virus, tapi 'kan secara ilmiah belum bisa dijelaskan," tandas Yurianto.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU