The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

CEO Pfizer Sebut Vaksin Dosis Keempat Diperlukan, Seberapa Efektif Melawan COVID-19?
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Unsplash/Toshe_O)
Health

CEO Pfizer Sebut Vaksin Dosis Keempat Diperlukan, Seberapa Efektif Melawan COVID-19?

Tangkal serangan virus.

Senin, 21 Maret 2022 08:32 WIB 21 Maret 2022, 08:32 WIB

INDOZONE.ID - CEO Pfizer, Albert Bourla menyebut vaksin dosis keempat diperlukan untuk melawan infeksi virus COVID-19.

"Hal ini diperlukan untuk sebagian besar orang", katanya seperti yang dikutip Indozone dari News.com.au, Senin (21/3/2022).

Albert mengungkap perlindungan vaksin setelah dosis ketiga tidak bertahan lama sehingga suntikan keempat diperlukan.
Dia mengklaim telah mengirimkan data ke Badan POM Amerika Serikat (FDA) yang akan membuktikan perlunya dosis keempat.

Sementara itu, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Rabu (16/3/2022) di New England Journal of Medicine menemukan dosis keempat vaksin COVID-19 cukup manjur tetapi masih imunogenik dan aman.

Baca juga: Kasus Harian COVID-19 Mulai Turun, Kapan Pandemi Berakhir dan Indonesia Masuk Fase Endemi?

Penulis penelitian tersebut menyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam respon imun atau dalam tingkat antibodi penetral khusus omicron antara dosis ketiga dan keempat vaksin.

“Hasil studi kami menunjukkan imunogenisitas maksimal vaksin mRNA dicapai setelah tiga dosis dan tingkat antibodi dapat dipulihkan dengan dosis keempat,” kata mereka seperti yang dikutip dari Medical Daily.

Para penulis studi mencatat vaksinasi keempat pada mereka yang berusia muda dan sehat mungkin hanya memiliki manfaat kecil. Tetapi mereka juga belum mengevaluasi efeknya terhadap individu yang lebih tua dan lebih immunocompromised.

Adapun The Wall Street Journal melaporkan, Food and Drug Administration (FDA) telah mengizinkan suntikan booster kedua dalam waktu dekat.

Dr. Matthew Harris dari Northwell Health mengatakan skenario yang lebih mungkin yakni vaksin COVID-19 akan menjadi bagian dari vaksinasi musiman yang mirip dengan vaksin influenza.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan setiap orang di atas usia 12 tahun mendapatkan dosis ketiga, dan merekomendasikan vaksin dua dosis standar untuk orang berusia 5-11 tahun.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US