The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Perusahaan Farmasi Ini Berencana Distribusikan Pil Pertama yang Siap Mengobati Covid-19
Ilustrasi pil. (Photo/Ilustrasi/Unsplash)
Health

Perusahaan Farmasi Ini Berencana Distribusikan Pil Pertama yang Siap Mengobati Covid-19

Rabu, 13 Oktober 2021 22:55 WIB 13 Oktober 2021, 22:55 WIB

INDOZONE.ID - Perusahaan farmasi raksasa, Merck pada Senin (11/10/2021) lalu telah mengajukan permintaan kepada Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (AS) untuk menyetujui pendistribusian obat 'Molnupiravir'.

Obat tersebut dianggap bisa menjadi pil antivirus pertama untuk melawan Covid-19. Dilansir dari New York Times, Rabu (13/10/2021), pemerintahan Joe Biden kini sedang mengerjakan otorisasi yang diharapkan akan selesai dalam beberapa pekan.

Jika pil disetujui, pil tersebut dapat dialokasikan ke negara bagian dengan cara yang sama seperti vaksin. Amerika Serikat (AS) kemudian dapat mendistribusikan pil seperti yang mereka inginkan.

Pil tersebut jika didistribusikan dan diberi izin hanya akan diberikan kepada orang dewasa berisiko tinggi yang dalam uji klinis paling umum adalah seseorang di atas usia 60 tahun atau orang dengan obesitas, penyakit jantung, atau diabetes.

pil
(Photo/Ilustrasi/Unsplash)

Baca juga: Legenda Inter Milan Bertemu Greysia Polii & Sapa Erick Thohir: Saya Tahu Anda Jadi Menteri

Jika pil tersebut berhasil mendapatkan otorisasi yang diperlukan, pil itu akan membantu ribuan orang yang terinfeksi karena virus corona baru, meskipun pasokan pada tahap awal dapat sedikit dibatasi.

Pemerintah AS telah memesan setidaknya 1,7 juta dosis dengan harga 700 dollar (Rp10 juta) per pasien. Merck berencana memproduksi pil yang cukup untuk populasi 10 juta orang pada akhir tahun.

Di sisi lain, pemerintah di seluruh dunia juga telah menunjukkan minat pada pil tersebut, seperti Australia, Malaysia, Singapura dan Korea Selatan yang telah mengumumkan berbagai kesepakatan.

Namun, Merck bukan satu-satunya yang berlomba membuat pil penyembuhan Covid-19. Pfizer juga ikut serta, serta Atea Pharmaceuticals-Roche, yang akan mengungkapkan hasil studi mereka bulan depan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
M. Rio Fani
JOIN US
JOIN US