The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

5 Tanda Pasien Isoman COVID-19 Harus ke Rumah Sakit
Ilustrasi pasien isolasi mandiri (isoman) COVID-19 harus ke rumah sakit (photo/qyamtec)
Health

5 Tanda Pasien Isoman COVID-19 Harus ke Rumah Sakit

Selasa, 03 Agustus 2021 10:01 WIB 03 Agustus 2021, 10:01 WIB

INDOZONE.ID - Ada beberapa tanda pasien COVID-19 yang isolasi mandiri (isoman) di rumah harus segera dirawat di rumah sakit.

Pasien isoman COVID-19 harus ke rumah sakit jika gejala virus corona yang dialami makin memburuk.

Dengan tujuan agar pasien positif COVID-19 mendapat perawatan gejala, tanda vital, pola makan, dan obat-obatan yang dipantau langsung oleh tenaga kesehatan.

Tanda Pasien COVID-19 Harus ke Rumah Sakit

Berikut ini Indozone bagikan beberapa ciri-ciri tanda pasien COVID-19 harus ke rumah sakit (RS) setelah isolasi mandiri (isoman) di rumah.

1. Sesak napas dan nyeri dada


pasien covid harus segera mengunjungi rumah sakit
Pasien COVID-19 harus segera mengunjungi rumah sakit (photo/hackensackmeridianhealth)

Pasien COVID-19 yang diperbolehkan isolasi mandiri di rumah adalah mereka yang gejalanya masih ringan.

Seperti demam, batuk kering, nyeri tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, serta kehilangan indra penciuman dan perasa.

Namun, jika sudah muncul gejala kesulitan bernapas atau sesak napas disertai nyeri dada, maka pasien COVID-19 harus segera mengunjungi rumah sakit.

Sebab, kondisi ini menandakan bahwa virus corona telah menyerang paru-paru sehingga membutuhkan perawatan medis.

2. Gejala makin berat


tanda pasien isoman covid harus ke rumah sakit
Tanda pasien isoman COVID-19 harus ke rumah sakit (photo/pixabay/renateko)

Tanda pasien isoman COVID-19 harus ke rumah sakit yaitu ketika kondisinya memburuk meski sudah mengonsumsi obat-obatan.

Antara lain demam tinggi lebih dari tiga hari, diare parah, batuk berat, muntah, dan nyeri otot yang tak kunjung membaik.

Untuk menghindari terjadinya komplikasi yang membuat kondisi pasien makin parah, amat disarankan pasien positif virus corona dirawat di rumah sakit.

3. Saturasi oksigen di bawah 93%


pasien covid harus segera dibawa ke rumah sakit
Pasien COVID-19 harus segera dibawa ke rumah sakit (photo/pixabay/mufidpwt)

Saturasi oksigen adalah nilai yang menunjukkan kadar oksigen di dalam darah.

Nilai inilah yang menandakan organ tubuh seperti jantung, paru-paru, dan peredaran darah berfungsi dengan baik.

Kadar oksigen normal berkisar antara 95 sampai 100 persen.

Apabila kadar oksigen berada di bawah 93%, maka inilah tanda pasien COVID-19 isoman harus ke rumah sakit.

Pada kondisi ini, pasien COVID-19 tidak hanya membutuhkan oksigen, namun juga memerlukan obat dalam bentuk injeksi infus untuk mengatasi kerusakan paru-paru akibat gangguan pertukaran oksigen.

Risiko kematian pada kondisi ini tergolong tinggi sehingga sangat tidak disarankan tetap melakukan isolasi di rumah.

4. Wajah dan bibir membiru


tanda pasien covid harus ke rumah sakit
Tanda pasien COVID-19 harus ke rumah sakit (photo/qyamtec)

Wajah dan bibir membiru juga termasuk tanda pasien COVID-19 harus ke rumah sakit.

Perubahan warna kulit menjadi kebiru-biruan adalah gejala kekurangan oksigen dalam darah (hipoksia).

Tanda lain yang menyertai biasanya berupa pandangan kabur, pusing, sulit konsentrasi, dan kebingungan.

Jika hal ini terjadi, menandakan kondisi pasien COVID-19 yang kritis dan membutuhkan pertolongan medis.

5. Hilang kesadaran


tanda pasien isoman harus ke rumah sakit
Tanda pasien isoman harus ke rumah sakit (photo/americanheartassociation)

Ketika tubuh kekurangan oksigen lebih dari 180 detik atau tiga menit, maka kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah pingsan.

Tanda kekurangan oksigen dalam tubuh ini merupakan akibat dari rusaknya sel-sel saraf dan otak.

Jika tubuh tidak segera mendapatkan asupan oksigen dalam waktu lima menit, sel-sel otak akan mati yang berujung pada kematian.

Itulah sebabnya, kondisi darurat ini harus segera ditangani oleh pihak medis.


Demikianlah beberapa tanda pasien COVID-19 isoman harus ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Artikel Menarik Lainnya:

Indriyana
Indriyana

Indriyana

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US