The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sebabkan Pembekuan Darah, FDA Batasi Penggunaan Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson
Ilustrasi vaksin COVID-19. (REUTERS/Emily Elconin)
Health

Sebabkan Pembekuan Darah, FDA Batasi Penggunaan Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson

Sabtu, 07 Mei 2022 14:57 WIB 07 Mei 2022, 14:57 WIB

INDOZONE.ID - Pada hari Kamis (5/5/2022) Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengumumkan membatasi penggunaan vaksin Johnson & Johnson.

Hal ini karena kekhawatiran adanya pembekuan darah yang langka dan berpotensi mengancam jiwa yang dapat menjadi efek samping dari vaksin.

Dilansir Blaze Media, penggunaan resmi vaksin Johnson & Johnson sekarang terbatas pada individu berusia 18 tahun ke atas yang tidak dapat disetujui secara klinis oleh vaksin COVID-19 lainnya dan untuk orang dewasa yang memilih untuk menerima vaksin Johnson & Johnson karena mereka tidak ingin mengambil vaksin lain.

Baca juga: Risiko Pembekuan Darah Meningkat 33 Kali Lipat setelah Terinfeksi COVID-19

Menurut FDA, analisis efek samping vaksin yang dilaporkan telah menentukan ada risiko trombosis dengan sindrom trombositopenia (TTS), yang menyebabkan pembekuan darah dalam kombinasi dengan tingkat trombosit darah yang rendah.

Gejala efek samping akan muncul kira-kira satu hingga dua minggu setelah seseorang menerima vaksin Johnson & Johnson.

Namun, ada beberapa orang yang menurut FDA masih harus memenuhi syarat untuk menerima vaksin Johnson & Johnson, seperti mereka yang memiliki reaksi alergi parah terhadap vaksin mRNA yang diproduksi oleh Pfizer/BioNTech atau Moderna, mereka yang menolak  untuk menerima vaksin mRNA atau mereka yang memiliki akses terbatas ke vaksin mRNA.

Vaksin Johnson & Johnson COVID-19 menerima otorisasi penggunaan darurat FDA pada 27 Februari 2021. Beberapa bulan kemudian pada 13 April 2021, FDA dan CDC mengeluarkan seruan untuk menghentikan administrasi vaksin karena kekhawatiran pembekuan darah.

Pada saat itu, badan tersebut ingin menyelidiki enam kasus TTS yang dilaporkan setelah hampir 7 juta dosis vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson telah diberikan.

Hingga Jumat, lebih dari 18,7 juta orang telah menerima vaksin Johnson & Johnson, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

FDA mengatakan telah mengkonfirmasi 60 kasus TTS, termasuk sembilan kematian. FDA memperkirakan tingkat pelaporan TTS adalah 3,23 kasus per juta dosis vaksin yang diberikan dan tingkat pelaporan kematian TTS adalah 0,48 per juta dosis vaksin yang diberikan.

Artikel Menarik Lainnya:

Fahrizal Daulay
Fitri
Fitri

Fitri

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US