Kondisi Iklim di Indonesia Dapat Hambat Penyebaran Virus Corona, Jika...
Foto aerial kondisi lalu lintas yang lengang di Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (25/3/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)
Health

Kondisi Iklim di Indonesia Dapat Hambat Penyebaran Virus Corona, Jika...

Ini penjelasannya.

Rabu, 08 April 2020 13:45 WIB 08 April 2020, 13:45 WIB

INDOZONE.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah melakukan kajian mengenai pengaruh cuaca dan iklim terkait penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dalam hasil penelitian dikatakan jika suhu yang lebih panas dan tingkat kelembapan yang tinggi akan mengurangi daya tahan virus corona baru di udara terbuka.

Kondisi tersebut terbilang menguntungkan bagi Indonesia. Menurut prakiraan dari BMKG, terjadi peningkatan suhu dan kelembapan pada iklim di bulan April-Agustus 2020. Dengan demikian, maka penyebaran virus corona dapat diperlambat.

Namun yang perlu menjadi catatan penting, iklim dan cuaca bukan satu-satunya faktor yang dapat mengontrol pandemi Covid-19. Ada sejumlah penelitian yang mengatakan jika penyebaran virus corona baru dapat dikontrol hal lain seperti demografi manusia dan mobilitasnya, interaksi sosial, serta upaya intervensi kesehatan masyarakat.

Kondisi Iklim Indonesia Dapat Hambat Penyebaran Virus Corona Jika...
Warga berjemur di pinggir jalan di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (1/4/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)

"Suhu dan kelembapan udara hanya salah satu faktor penyebaran Covid-19 bukan satu-satunya. Jadi meskipun suhu dan kelembapan udara di Indonesia tinggi itu tidak menjamin kasus akan berkurang," ujar Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc. P.hD dalam diskusi online 'Benarkah Iklim Berpengaruh Pada Penyebaran Covid-19' yang digelar AJI Jakarta.

Ditegaskan oleh Dwikorita, meskipun suhu dan kelembapan udara di Indonesia tinggi, apabila jarak fisik dan mobilitas masyarakat tidak dibatasi, maka penyebaran akan terus terjadi.

Oleh karenanya, ia mengimbau agar masyarakat benar-benar membatasi kegiatannya terutama di luar rumah. Hal ini dapat mengoptimalkan keuntungan dari kondisi iklim di Tanah Air.

"Kalau pembatasan tidak dilakukan maka menjadi tidak ada gunanya. Pengaruh wabah tidak hanya suhu dan kelembapan udara saja," pungkas Dwikorita.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US