The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kena Gigitan Kutu Kucing, Ini Langkah yang Harus Dilakukan
Ilustrasi kucing. (Pexels/Inge WallumrĂžd)
Health

Kena Gigitan Kutu Kucing, Ini Langkah yang Harus Dilakukan

Perhatikan ini.

Selasa, 02 Juni 2020 11:32 WIB 02 Juni 2020, 11:32 WIB

INDOZONE.ID - Sama seperti gigitan serangga atau tungau, gigitan kutu kucing pada kulit juga bisa menyebabkan reaksi alergi. Umumnya reaksi alergi tersebut dapat diatasi dan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, pada beberapa orang reaksi alergi bisa berdampak buruk.

Spesialis kulit dan kelamin dr Arini Astasari Widodo, Sp.KK menjelaskan, gigitan kutu kucing dapat menyebabkan papul atau benjolan kecil berwarna merah di area gigitan yang bertahan 3-10 hari. Benjolan tersebut dapat berkembang menjadi lenting dan krusta atau seperti kulit yang melepuh. Gejala ini umumnya berlangsung selama 1-3 minggu.

“Dari gejala itu kemudian bisa juga terjadi pembesaran kelenjar getah bening setempat selama 3-50 hari. Apabila gejala terjadi tanpa komplikasi maka dapat menghilang dengan sendirinya sekitar 7 minggu,” kata dr Arini kepada Indozone saat dihubungi melalui pesan elektronik, Selasa (2/6/2020).

Ia menambahkan, untuk mengatasi gigitan kutu kucing dapat dilakukan langkah-langkah pertolongan pertama. Satu hal yang paling penting adalah membersihkan area yang telah digigit kutu kucing dengan air mengalir dan sabun. Kemudian jaga area gigitan agar tetap bersih dan steril.

“Apabila gatal, bisa diberikan antihistamin untuk membantu mengurangi gatal. Gunting kuku untuk mencegah garukan pada area gigitan,” ujar dr Arini.

Dokter yang berpraktik di Dermalogia Clinic RS Abdi Waluyo itu mengatakan, pada beberapa orang yang terkena gigitan kutu kucing bisa mengalami gejala sistemik seperti demam, mengigil, tidak enak badan, sakit kepala, hilang nafsu makan, muntah, atau gangguan organ lain. Bisa juga terjadi infeksi sekunder dengan gejala lokal seperti bengkak, panas, dan nyeri pada tempat gigitan. Selain itu, gigitan kutu kucing dapat menyebabkan reaksi alergi anafilaksis yang ditandai dengan bengkak, biduran, atau sesak napas.

“Pasien dengan gejala sistemik atau gejala lokal harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pertolongan,” pungkas dr Arini.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US