Selain Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Temulawak Bisa Jadi Obat Antivirus Corona
Temulawak cegah Covid-19 (MEDSBLA)
Health

Selain Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Temulawak Bisa Jadi Obat Antivirus Corona

Ini faktanya

Senin, 30 Maret 2020 18:59 WIB 30 Maret 2020, 18:59 WIB

INDOZONE.ID - Penularan wabah Covid-19 di dunia bisa dikatakan sangat cepat. Salah satu alasannya karena virus corona baru yang menyebabkan penyakit ini bisa menular dari manusia ke manusia.

Hingga hari ini penyakit tersebut telah menginfeksi lebih dari 700 ribu orang di seluruh dunia dan mengakibatkan lebih dari 30 ribu kematian.

Infeksi virus corona baru sebenarnya lebih rentan terjadi pada orang-orang lanjut usia dan yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Oleh karenanya, untuk mencegah penularan Covid-19, hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Ada beberapa cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh antara lain istirahat yang cukup, olahraga, serta mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan seimbang.

Menurut Prof. Dr. Chairul A. Nidom, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF) yang pernah terlibat langsung dalam penanganan wabah flu burung, masyarakat bisa mengonsumsi baham alami untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya adalah temulawak atau Curcuma xanthorrhiza Roxb yang mengandung curcumin. Temulawak sudah lama digunakan oleh masyarakat Tanah Air untuk memelihara kesehatan, pencegahan dan pengobatan penyakit, serta memulihkan kondisi tubuh.

"Curcumin dalam temulawak mampu mengendalikan produksi sitokin akibat dari satu sel yang terinfeksi oleh virus, baik itu virus infuenza maupun Covid-19," ujar Prof Nidom dalam siaran pers dari SOHO Global Health.

Ilustrasi
Temulawak (Food NDTV)

Dalam keterangannya ia menjelaskan, sitokin merupakan protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh. Bila terpapar virus terus menerus, bisa terjadi badai sitokin yang membuat paru- paru menjadi padat dan kaku.

Hal itu dapat menyebabkan terjadinya sesak napas atau bahkan gagal nafas dan berlanjut ke kematian. Penelitian yang dilakukan Prof. Nidom pada 2008 menemukan curcumin pada temulawak mampu mengendalikan sitokin inflamatori sehingga mencegah terjadinya badai sitokin.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisonal dan Jamu Indonesia DR. (Cand.) dr Inggrid Tania, M.Si dalam penelitian bio-informatika terbarunya mengatakan kandungan curcumin dalam temulawak berpotensi dikembangkan sebagai salah satu kandidat antivirus korona baru atau SARS-CoV Tipe 2 yang menjadi penyebab Covid-19.

"Temulawak berpotensi dikembangkan sebagai obat antivirus untuk Covid-19. Intinya, curcumin yang terkandung dalam temulawak berdasarkan penelitian in vitro dan praklinis itu bersifat antivirus sehingga berpeluang untuk diteliti lebih lanjut menjadi obat antivirus Covid-19 melalui uji klinik," ujar dr Inggrid saat dikonfirmasi Indozone melalui pesan singkat, Senin (30/3/2020).

curcumin
Curcumin yang dijadikan sebagai minuman (freepik)

Lebih lanjut dirinya menambahkan, curcumin yang terkandung di temulawak mampu meningkatkan ekspresi ACE2 bentuk soluble guna menghambat terjadinya ikatan antara protein virus dengan ACE2 bentuk fixed pada permukaan sel inang. Sekadar informasi, ACE2 merupakan sel inang bagi Covid-19

Secara fungsional, ada dua bentuk ACE2 yaitu fixed (menempel pada permukaan sel) dan soluble (bentuk bebas dalam darah). ACE2 bentuk soluble diproyeksikan menjadi salah satu kandidat antivirus corona melalui mekanisme interseptor kompetitif yang mencegah ikatan antara partikel virus dengan ACE2 pada permukaan sel inang.

"Temulawak sudah dikonsumsi masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Berbagai penelitian, terutama penelitian in-vitro dan praklinis di dunia terhadap curcumin menunjukkan senyawa ini bersifat antiperadangan, antivirus, antibakteri, antijamur, dan antioksidan," tandas dr Inggrid.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US