The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bukan Demam, Sakit Kepala Jadi Gejala Utama COVID-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5
Ilustrasi sakit kepala. (Freepik)
Health

Bukan Demam, Sakit Kepala Jadi Gejala Utama COVID-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Senin, 04 Juli 2022 12:45 WIB 04 Juli 2022, 12:45 WIB

INDOZONE.ID - Virus corona terus mengalami lonjakan, termasuk di Indonesia. Lonjakan kasus COVID-19 kali ini disebabkan oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Meski banyak para ahli yang mengatakan bahwa infeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 lebih ringan dibanding dengan varian Delta, masyarakat tetap harus waspada.

Itu artinya kita harus cari tahu dan paham gejala umum dari subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Berdasarkan sebuah studi belum lama ini, demam tidak menjadi gejala umum ketika seseorang terinfeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Dilansir Times of India, menurut aplikasi studi gejala COVID-19 ZOE, sakit kepala jadi tanda atau gejala COVID-19 yang paling sering dilaporkan yakni 69 persen pasien mengalami sakit kepala.

"Data kami menunjukkan bahwa sakit kepala ini sering datang dan pergi, tetapi untungnya mereka secara bertahap berkurang seiring waktu," jelas aplikasi studi ZOE.

Penelitian sebelumnya juga mengakui bahwa sakit kepala sebagai salah satu gejala utama COVID-19. Sakit kepala akibat COVID-19 diyakini muncul pada awal penyakit dan dikatakan bertahan lama setelah pasien pulih, menjadikannya gejala long COVID-19 paling umum.

Baca juga: Subvarian Omicron BA.1 dan BA.2 Mengamuk, Jakarta Segera Memasuki Puncak COVID-19

Para ahli percaya sakit kepala akibat COVID bisa terasa seperti sakit kepala tegang, yang menyebabkan rasa sakit ringan hingga sedang, yang menyebabkan sesak, atau tekanan di sekitar dahi atau bagian belakang kepala dan leher.

Berikut ini beberapa karakteristik sakit kepala akibat COVID-19:

  • Sakit kepala sedang sampai parah
  • Nyeri berdenyut, menekan atau menusuk
  • Sakit di kedua sisi kepala
  • Tahan lebih dari tiga hari
  • Tahan atau tidak responsif terhadap obat penghilang rasa sakit biasa.

Meskipun sakit kepala dikaitkan dengan COVID-19, bukan berarti ketika mengalami sakit kepala kamu terinfeksi COVID-19.

“Jadi, meski banyak orang dengan COVID-19 mengalami sakit kepala, kebanyakan orang yang sakit kepala tidak akan terkena COVID-19,” tambah badan kesehatan itu.

Stres, perubahan pola tidur, melewatkan makan, dehidrasi, konsumsi makanan tertentu, minum alkohol juga bisa menyebabkan sakit kepala.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Fitri
Fitri

Fitri

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US