The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Apa Itu Depresi: Gejala, Penyebab, dan Bagaimana Cara Mengobatinya
Ilustrasi perempuan depresi. (Pexels/Engin Akyurt)
Health

Apa Itu Depresi: Gejala, Penyebab, dan Bagaimana Cara Mengobatinya

Bukan hal sepele.

Sabtu, 04 Desember 2021 16:53 WIB 04 Desember 2021, 16:53 WIB

INDOZONE.ID - Depresi merupakan salah satu gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih yang berlarut-larut. Seseorang bisa dikatakan depresi jika mengalami rasa sedih atau putus harapan selama dua minggu tanpa perubahan.

Depresi yang tidak ditangani akan berpengaruh kuat terhadap produktifitas seseorang, gangguan hubungan sosial, bahkan muncul keinginan untuk mengakhiri hidup alias bunuh diri.

Gangguan depresi tidak mengenal jenis kelamin. Siapa saja bisa mengalami depresi, baik laki-laki maupun perempuan. Depresi pada perempuan biasanya dikaitkan dengan perubahan hormonal seperti menstruasi, kehamilan, setelah kehamilan, atau menopause.

Apa gejala spesifik depresi?

depresi
(Pexels/Nathan Cowley)

Gejala spesifik depresi terbagi menjadi dua yaitu gejala fisik dan psikologis yang dapat menunjukkan apakah seseorang sedang mengalami depresi atau tidak.

Baca juga: 3 Fakta Memilukan Mahasiswi yang Bunuh Diri di Kuburan Ayahnya

Gejala fisik biasanya ditandai dengan tubuh yang terus menerus merasa lelah dan bahkan tidak bertenaga, mengalami pusing, hingga selera makan yang terus menurun. Bahkan tak jarang terjadinya penurunan berat badan.

Sedang gejala psikologis ditandai dengan rasa kecemasan dan kekhawatiran yang semakin meningkat, emosi yang tidak stabil, hingga merasa putus asa atau frustasi.

Apa penyebabnya?

depresi
(Pexels/Engin Akyurt )

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa depresi tidak mengenal jenis kelamin. Siapa saja bisa mengalami depresi, terlebih lagi pada orang dewasa.

Menurut penelitian, ada beberapa dugaan penyebab seseorang bisa mengalami depresi. Hal itu bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya faktor genetik, hormon, hingga zat kimia yang berada di otak.

Adapun faktor yang menjadi pemicu terjadinya depresi di antaranya mengalami kejadian yang membuat trauma, punya riwayat gangguan mental, memiliki penyakit kronis, sedang mengonsumsi obat tertentu hingga memiliki pola pikir yang salah.

Lalu, bagaiamana cara mengobati depresi?

depresi
(Pexels/Andrea Piacquadio)

Ada banyak cara yang dilakukan untuk mengobati depresi. Biasanya para psikiater akan melakukan psikoterapi yang bertujuan untuk membantu masalah akibat depresi.

Psikiater juga memberikan obat antidepresan untuk mengurangi rasa kecemasan pada pasien depresi. Selain itu, psikiater juga bisa melakukan terapi kejut listrik yang bertujuan untuk mengubah kinerja otak pasien.

Untuk tingkat depresi yang lebih parah, maka disarankan untuk dirawat di rumah sakit kejiwaan.

Mahasiswi depresi bunuh diri di makam ayahnya

Sebelumnya, publik tengah dihebohkan oleh pemberitaan seorang mahasiswi Universitas Brawijaya, Malang bernama Novia Widyasari Rahayu (23) yang ditemukan meninggal dunia di samping kuburan ayahnya pada Kamis (2/12/2021).

Korban meninggal dunia diduga kuat bunuh diri setelah meminum cairan zat kimia berupa sianida. Ia nekat mengakhiri hidupnya karena depresi.

Pihak kepolisian mengindikasi bahwa korban mengalami depresi setelah ditinggal mati oleh sang ayah. Diketahui, ayah korban baru meninggal empat bulan yang lalu.

Namun menurut kabar yang beredar, korban depresi karena kekasihnya tidak mau bertanggung jawab usai menghamilinya. Hal itu membuat korban depresi dan putus asa sehingga nekat untuk mengakhiri hidupnya dengan meneguk zat kimia berbahaya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Nanda
Dina

Dina

Editor
Nanda

Nanda

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US