The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Varian COVID-19 Makin Banyak, Terakhir Ada Siluman BA.2 Sepupu Omicron, Lebih Menular!
Ilustrasi varian COVID-19 (Pixabay/TheDigitalArtist)
Health

Varian COVID-19 Makin Banyak, Terakhir Ada Siluman BA.2 Sepupu Omicron, Lebih Menular!

Selasa, 01 Februari 2022 16:17 WIB 01 Februari 2022, 16:17 WIB

INDOZONE.ID - Bak minuman berasa, varian dan sub-varian COVID-19 semakin hari semakin bertambah. Yang teranyar yang jadi sorotan dunia adalah sub-varian BA.2, yang tak lain adalah sepupu dari varian Omicron.

Terus, apakah varian yang dijuluki 'Omicron siluman' ini mematikan?

Dilansir Reuters, berdasarkan penelitian yang menganalisis infeksi virus corona di lebih dari 8.500 rumah tangga di Denmark antara Desember dan Januari, orang yang terinfeksi subvarian BA.2 kira-kira 33% lebih mungkin untuk menginfeksi orang lain, dibandingkan dengan mereka yang terinfeksi BA.1 (Omicron).

Di seluruh dunia, Omicron "asli" memang telah menyumbang lebih dari 98% kasus, tetapi sepupu dekatnya BA.2 (siluman) dengan cepat menjadi strain dominan di Denmark, melampaui BA.1 pada minggu kedua Januari.

"Kami menyimpulkan bahwa Omicron BA.2 secara inheren jauh lebih menular daripada BA.1, dan juga memiliki sifat menghindari kekebalan yang selanjutnya mengurangi efek perlindungan vaksinasi terhadap infeksi," kata peneliti studi tersebut.

ist
Ilustrasi varian COVID-19. (Nexu Science Communications via Reuters)

Penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti di Statens Serum Institut (SSI), Universitas Kopenhagen, Statistik Denmark dan Universitas Teknik Denmark.

"Jika Anda telah terpapar Omicron BA.2 di rumah Anda, Anda memiliki kemungkinan 39% terinfeksi dalam tujuh hari. Jika Anda malah terpapar BA.1, kemungkinannya adalah 29%," ujar penulis utama studi Frederik Plesner.

Kasus BA.2 juga telah terdaftar di Amerika Serikat, Inggris, Swedia dan Norwegia, tetapi pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada di Denmark, dengan sumbangan sekitar 82% kasus.

Secara global, BA.1 menyumbang 98,8% dari kasus berurutan yang dikirimkan ke basis data pelacakan virus publik GISAID pada 25 Januari. Tetapi beberapa negara melaporkan peningkatan baru-baru ini dalam subvarian yang dikenal sebagai BA.2, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain BA.1 dan BA.2, WHO mencantumkan dua subvarian lain di bawah payung Omicron yakni BA.1.1.529 dan BA.3. Semuanya terkait erat secara genetik, tetapi masing-masing memiliki mutasi yang dapat mengubah cara mereka berperilaku.

Trevor Bedford, seorang ahli virologi komputasi di Fred Hutchinson Cancer Center yang telah melacak evolusi SARS-CoV-2, menulis di Twitter pada hari Jumat bahwa BA.2 mewakili sekitar 82% kasus di Denmark, 9% di Inggris dan 8%. di Amerika Serikat, berdasarkan analisisnya tentang pengurutan data dari database GISAID dan jumlah kasus dari proyek Our World in Data di University of Oxford.

Versi BA.1 dari Omicron agak lebih mudah dilacak daripada varian sebelumnya. Itu karena BA.1 kehilangan satu dari tiga gen target yang digunakan dalam tes PCR umum. Kasus yang menunjukkan pola ini diasumsikan secara default disebabkan oleh BA.1.

Artikel Menarik Lainnya:


 

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US