The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Brazil Umumkan Kasus Kematian Pertama Varian Omicron, Pasien Derita Penyakit Paru Kronis
Ilustrasi Omicron. (iStockphoto/kemalbas)
Health

Brazil Umumkan Kasus Kematian Pertama Varian Omicron, Pasien Derita Penyakit Paru Kronis

Jumat, 07 Januari 2022 18:07 WIB 07 Januari 2022, 18:07 WIB

INDOZONE.ID - Brazil mengumumkan kematian perdana COVID-19 Omicron di Kota Aparecida de Goiania di Negara Bagian Goiania pada Kamis (6/1/2022).

Pemerintah setempat melaporkan bahwa korban adalah pria berusia 68 tahun dengan riwayat tekanan darah tinggi.

Ia juga menderita "penyakit paru obstruktif kronis" (PPOK) dan dirawat di rumah sakit setempat.

Pasien merupakan kontak dari kasus terkonfirmasi Omicron dan telah disuntik vaksin COVID-19 tiga kali.

Sekretariat kesehatan setempat menyebutkan bahwa kematian itu terjadi 10 hari setelah otoritas mengumumkan transmisi komunitas Omicron di kota tersebut.

Menurut data kementerian kesehatan, Brazil mencatat total 22,38 juta kasus dan 619.641 kematian COVID-19.

Warning WHO

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kekhawatiran terhadap penyebaran dua varian Covid-19, Delta dan Omicron.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, peredaran varian Delta dan Omicron yang terjadi bersamaan berpotensi membuat jumlah kasus positif meroket sangat tinggi.

"Saya sangat khawatir dengan Omicron, yang sangat menular, menyebar berbarengan dengan varian Delta, sehingga menyebabkan tsunami kasus," kata Tedros dikutip dari Reuters, Kamis (30/12/2021).

"Delta dan Omicron kini menjadi ancaman ganda yang meningkatkan kasus hingga menyentuh rekor, menyebabkan lonjakan rawat inap dan kematian," kata Tedros.

Menurutnya, vaksinasi harus dilakaukan untuk melawan serangan virus tersebut.

Dia pun telah menyerukan agar negara-negara maju dapat berbagi vaksin dengan negara-negara yang tak mampu membeli dosis cukup karena kondisi keuangan yang dialami.

Bagi dia, hal ini penting agar sebaran vaksin lebih adil dan dapat dilakukan secara merata ke berbagai belahan dunia.

Tedros juga telah memperingatkan agar negara-negara kaya tidak melakukan vaksinasi booster, dan memprioritaskan pembagian vaksin pada negara miskin agar pelaksanaan vaksin tersebar lebih rata.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US