The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kematian Akibat COVID-19 di Shanghai Menanjak, Rata-Rata yang Meninggal Belum Divaksin
Seorang warga di Beijing melakukan tes PCR. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Health

Kematian Akibat COVID-19 di Shanghai Menanjak, Rata-Rata yang Meninggal Belum Divaksin

Didominasi lansia.

Senin, 25 April 2022 09:45 WIB 25 April 2022, 09:45 WIB

INDOZONE.ID - Kasus kematian akibat COVID-19 di Kota Shangai, China, dalam gelombang terakhir ini telah mencapai angka 87. Sementara itu, kasus positif COVID-19 di Kota Beijing telah mencapai angka 41.

Pasien yang meninggal rata-rata didominasi oleh lansia atau para orangtua yang sudah berumur. Usia rata-rata kematian adalah 81 tahun ke atas. Adapun pasien meninggal yang tertua yaitu berusia 101 tahun. Hal ini disampaikan oleh Direktur Shanghai Shenkang Hospital Development Center, Wanng Xingpeng, kepada pers pada Minggu (24/4/2022).

Semua kasus kematian memiliki komorbid atau riwayat penyakit bawaan seperti tumor ganas, liver, diabetes dan uremia. Hanya lima persen yang meninggal yang telah mendapatkan vaksin. Semua yang meninggal disebut tidak ada yang divaksin.

"Salah satu strategi yang perlu diimplementasikan adalah meningkatkan tingkat dosis vaksinasi booster untuk orangtua dan kelompok rentan lainnya untuk melihat apakah vaksin mRNA dapat digunakan," ujar Pakar kesehatan masyarakat di Curtin School of Population Health di Australia, Jaya Dantas, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Turun Cukup Drastis Dibanding Kemarin, Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah 382

Pada Minggu itu pula di Shanghai terdapat 160 pasien COVID dalam kondisi parah dan 19 lainnya kritis. Selain itu, juga terdapat tambahan 1.401 kasus positif dan 19.657 kasus tanpa gejala. Sementara itu, sejak Jumat hingga Minggu di Beijing terdapat 41 kasus.

Deputi Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) Kota Beijing, Pang Xinghuo, melaporkan seperempat dari kasus positif tersebut berusia 60 tahun.

Beijing menggencarkan tes PCR secara massal. Bahkan di Distrik Chaoyang yang ditemukan 10 kasus dari satu sekolahan telah menggelar tes PCR massal yang menyasar 3,5 juta warga.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Dina
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Dina

Dina

Writer
JOIN US
JOIN US