The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Memilukan, Pria Ini Hidup dengan Usus di Luar Perut, Apa Penyebabnya?
Pria yang alami kelainan perut (TikTok/@nafi_rizqi)
Health

Memilukan, Pria Ini Hidup dengan Usus di Luar Perut, Apa Penyebabnya?

Pembentukan organ tidak sempurna.

Sabtu, 25 Juni 2022 05:00 WIB 25 Juni 2022, 05:00 WIB

INDOZONE.ID - Seorang pria pengguna TikTok tampak memiliki tubuh yang sangat istimewa. Pemilik akun @williamtorres76 itu memiliki usus yang berada di luar perut.

Dalam video yang dibagikannya, dia tampak memegangi ususnya dengan tangan. Sementara organ dalam tersebut terlihat seperti menggantung dibungkus kulit di luar perutnya.

Videonya tersebut lantas diunggah ulang dan dikomentari oleh seorang dokter muda pemilik akun TikTok @nafi_rizqi.

Menurut sang dokter, pria itu mengalami kelainan perut yang dikenal dengan nama omphalocele. 

"Sebenarnya ada banyak untuk kelainan perut ini ya, dia bisa keluar ususnya seperti itu. Nah kalau yang tadi dia keluar usus tapi ada selaput pembungkusnya , kalau dalam medis ini kemungkinan omphalocele. Usus menonjol tapi ada penutupnya.”

@nafi_rizqi

stitch dengan @williamtorres76 Omphalocele tiktok doktermuda coas dokter edukasi kesehatan medis perut usus fyp tanyamasko foryourpage fyp? foryoupage viral bismillahfyp

? suara asli - Je.Ko (Jejak Koas) - Je.Ko (Jejak Koas)

“Yang kedua dia amaya gastroschisis dia itu kelainan organ atau dari bawaan lahirnya. Karena pada saat pembentukan organ, perut bagian depannya itu tidak menutup sehingga organ bisa keluar,” bebernya.

Lantas apa yang menyebabkan kelainan perut, khususnya omphalocele seperti yang diderita si pria dalam video tersebut?

Mengutip dari Healthline, omfalokel atau omphalocele adalah kondisi cacat lahir yang mengakibatkan usus atau organ perut lainnya berada di luar tubuh.

Penyakit ini terjadi saat bayi terbentuk selama masa kehamilan. Sehingga sebagian organ perut bayi keluar melalui lubang di otot perut tempat tali pusar. 

Organ yang keluar tersebut dibungkus selaput bening yang tembus pandang.

Ukuran omfalokel juga beragam, bisa saja kecil, yaitu hanya sebagian usus yang terlihat menonjol.
Atau bisa juga terlihat besar sehingga sebagian besar organ perut berada di luar.

Tanda dan Gejala Omphalocele

Omphalocele (CDC)
Omphalocele (CDC)

Omphalocele sudah dapat terdeteksi ketika bayi masih berada dalam kandungan, yaitu pada trimester kedua dan ketiga kehamilan melalui USG.

Salah satu tanda yang menunjukkan omfalekel pada bayi adalah usus dan organ lain keluar dari lubang yang ada pada tali pusar, sehingga berada di luar tubuh.

Tingkat keparahan omfalokel sendiri dibagi menjadi dua, ringan dan berat. Pada omphalocele ringan, hanya usus yang berada di luar tubuh bayi.

Sementara itu, omfalokel berat adalah ketika usus dan organ lainnya seperti hati atau limpa keluar dari lubang tali pusar bayi.

Baca juga: Awas! Penderita Cacar Monyet Dilarang Berhubungan Seks, Ini Saran CDC

Selain itu, bayi yang mengalami omfalokel biasanya juga akan mengalami beberapa kelainan lainnya saat lahir, di antaranya sebagai berikut:

  • Masalah genetik (kelainan kromosom).
  • Hernia diafragma.
  • Kelainan jantung.
  • Kelainan ginjal.
  • Kelainan usus.
  • Kelainan paru-paru.
  • Beckwith-Wiedemann Syndrome.

Penyebab Omphalocele

Omphalocele (CDC)
Omphalocele (CDC)

Mengutip dari Stanford Children’s Health, hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab omfalekel pada bayi.

Namun para ahli meyakini, ada beberapa kebiasaan buruk pada masa kehamilan yang berisiko membuat bayi lahir dengan kondisi omphalocele, di antaranya yaitu:

  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Merokok lebih dari satu bungkus per hari.
  • Minum obat antidepresan Selective Serotonin-Reuptake Inhibitors (SSRI).
  • Ibu mengalami obesitas.

Penanganan Omphalecele

Omphalocele (CDC)
Omphalocele (CDC)

Dikutip dari MedlinePlus, ketika lahir dalam kondisi omfalokel, ada beberapa tindakan yang akan dokter lakukan untuk kesehatan dan keselamatan bayi.

Di antaranya, dokter akan melakukan pemeriksaan sekaligus pemindaian X-ray untuk melihat organ dan bagian tubuh lainnya.

Dalam kasus omfalekel kecil, operasi akan segera dokter lakukan setelah bayi lahir. Ini bertujuan untuk mengembalikan organ dan menutup lubang pada dinding perut.

Operasi ini juga perlu segera dilakukan untuk mencegah infeksi atau kerusakan jaringan.
Sedangkan pada kasus omphalocele besar, operasi pemindahan akan dilakukan secara bertahap, yaitu, selama beberapa hari atau minggu.

Dalam waktu jeda, tim dokter akan menaruh lembaran pelindung steril di atas organ untuk mencegah terjadinya infeksi.

Alasannya karena perut bayi masih terlalu kecil dan belum berkembang maksimal untuk menampung organ sekaligus. Jadi, menunggu pertumbuhan perut. Tim dokter juga mungkin perlu meregangkan kulit perut untuk menutupi lubang tersebut.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US