The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Apa Itu Skizofrenia? Penyakit Mental yang Dikaitkan dengan Penyanyi Aaron Carter
Ilustrasi orang depresi akibat adanya gangguan skizofrenia. (Unsplash)
Health

Apa Itu Skizofrenia? Penyakit Mental yang Dikaitkan dengan Penyanyi Aaron Carter

Alami gangguan mental.

Senin, 07 November 2022 17:25 WIB 07 November 2022, 17:25 WIB

INDOZONE.ID - Penyanyi asal Amerika Serikat (AS), Aaron Carter, belakangan menjadi perbincangan publik karena meninggal di usia yang cukup muda, yakni 34 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di bathub rumahnya di California.

Sebelum meninggal dunia, ia sempat menjalani rehabilitas di Lionrock di Los Angeles pada September. Ia didiagnosis mengidap multiple personality disorder, salah satunya skizofrenia.

Lantas, apa itu skizofrenia?

Menurut dr Margarita Maramis, SpKJ, schizofrenia atau skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental serius dan bisa mengganggu pengidapnya dalam kehidupan sehari-hari.

"Skizofrenia itu suatu gangguan jiwa yang gejala dasarnya ketidakmampuan dalam daya menilai realita," jelas dr Margarita saat dihubungi Indozone, Senin (7/11/2022).

Baca Juga: Perjuangan Anak Rawat Ibu Pengidap Skizofrenia, Harus Menahan Sakit saat Dapat Kekerasan

Orang dengan skizofrenia membutuhkan perawatan khusus. Adapun perawatan dini membantu dapat mengendalikan gejala sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Bagaimana gejala skizofernia?

Pada dasarnya, gejala skizofrenia bervariasi berdasarkan jenis dan tingkat kepalanya. Namun gejala tersebut, terbagi menjadi dua jenis, yakni gejala primer dan gejala sekunder.

"Gejalanya dapat dibagi menjadi gejala primer seperti waham atau halusinasi. Sementara gejala sekunder seperti psikomotor agresi dan lain-lain," tambahnya.

Baca Juga: Indonesia Peringkat 1 Negara dengan Kasus Skizofrenia Tertinggi, Dua Kali dari Australia

Dikutip dari Mayo Clinic, meski kecil kemungkinan remaja mengidap skizofrenia, namun ada beberapa gejala awal skizofrenia yang perlu diketahui, yaitu:

  • Menarik diri dari teman dan keluarga
  • Prestasi di sekolah menurun
  • Sulit tidur
  • Suasana hati tertekan
  • Kurang motivasi

Sementara untuk penyembuhannya, dr Margarita mengatakan, pasien akan ditangani dengan obat serta terapi non obat. Dengan pengobatan tersebut, diharapkan ke depannya gejala bisa hilang dan tidak mudah kambuh.

Jika ada salah seorang anggota keluarga yang terindikasi mengidap skizofrenia ini, dr Margarita mengingatkan, untuk segera membantu pengidap dengan memberi penjelasan terkait kondisi. Serta diarahkan untuk segera menerima pengobatan.

"Diajak (ke profesional) dan perlu dijelaskan dan berobat. Yang tidak boleh dilakukan adalah menstigma," pungkasnya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Achmad Rafiq
Razdkanya Ramadhanty
TERKAIT DENGAN INI
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US