The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Still-Face Paradigm, Kenali Dampak Buruknya Bagi Si Buah Hati
Ilustrasi ibu dan bayi. (freepik/cookie_studio)
Health

Still-Face Paradigm, Kenali Dampak Buruknya Bagi Si Buah Hati

Ini dampak buruknya.

Sabtu, 11 Juli 2020 08:49 WIB 11 Juli 2020, 08:49 WIB

INDOZONE.ID - Berinteraksi dengan orang tua merupakan salah satu hal utama yang dapat membantu mengembangkan kecerdasan awal bagi bayi untuk bersosialisasi kelak. Interaksi antara orang tua dengan bayi dapat membantu bayi untuk merespon dan berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu contoh interaksinya adalah saat si bayi tertawa atau menangis ketika orang dewasa di depannya sedang menunjukan wajah lucu atau anehnya.

Namun yang perlu kamu ketahui, jika ada manfaat pasti akan ada pula dampak negatifnya dari interaksi antara orang tua dan bayi jika dilakukan dengan cara yang salah, misalnya mengabaikan bayi dan menggunakan ekspresi wajah datar tanpa melihat mata sang bayi.

Jika hal tersebut dilakukan, maka bayi akan mudah sekali untuk gelisah dan bahkan menangis dalam waktu yang sangat cepat. Interaksi seperti inilah yang dikenal dengan sebutan Still-Face Paradigm (SFP). SFP sudah lumayan lama menjadi perhatian para ahli untuk dipelajari, terutama oleh para ilmuan di dunia barat.

Still-Face Paradigm, Kenali Dampak Buruknya Bagi Si Buah Hati
Ilustrasi bayi. (freepik/cookie_studio)

Salah satu penelitian yang terkenal mengenai SFP ini dilakukan pada tahun 1979 oleh psikologis bernama Edward Tronik. Dalam penelitian tersebut, kurang lebih Tronick menjelaskan bahwa bayi cenderung senang mencari perhatian dan disapa oleh ibunya. Jadi, ketika sang ibu tidak memperhatikan atau merespon, maka sang bayi akan mulai gelisah.

Pada keadaan normal, ketika ibu menyapa bayi dengan senyuman dan suara yang sedikit ditinggikan, maka bayi tersebut akan tertawa dengan riangnya sambil bersuara dan menggerak-gerakkan tangan serta kakinya. Tapi jika sang ibu sedang duduk di hadapan sang bayi sambil bertatap namun dengan yang wajah datar, mengalihkan pandangan, dan terkesan tidak mempedulikan sang bayi, maka sang bayi masih sesekali tersenyum. 

Tetapi setelah itu, jika sang ibu masih saja tidak memerhatikannya, maka bayi tersebut akan terlihat memiliki ekspresi putus asa dan bersedih sambil mengalihkan pandangan dan tubuhnya dari sang ibu. Jika SFP dibiarkan dan terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, maka tidak menutup kemungkinan jika ikatan batin antara ibu dan bayi akan melemah, bahkan sampai sang bayi tumbuh memasuki fase perkembangan berikutnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Yulia Marianti
Dita Rana
Dita Rana

Dita Rana

Community Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US