The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

3 Efek Jangka Pendek bagi Otak jika Kamu Kebanyakan Minum Alkohol
Minuman beralkohol. (Pexels)
Health

3 Efek Jangka Pendek bagi Otak jika Kamu Kebanyakan Minum Alkohol

Sabtu, 03 Desember 2022 22:10 WIB 03 Desember 2022, 22:10 WIB

INDOZONE.ID - Minuman alkohol dapat menimbulkan efek jangka pendek bagi otak. Apakah kamu tahu?

Seperti yang kita tahu, alkohol memang sudah mendarah daging dalam budaya negara Barat. Namun, pada kenyataannya di Indonesia juga banyak orang-orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol.

Alkohol bukanlah kandungan yang baik untuk dicerna oleh tubuh, apabila kamu mengonsumsinya tanpa takaran yang jelas dan berlebihan. Selain itu, alkohol juga punya dampak buruk tersendiri bagi otak, seperti yang dijelaskan berikut ini.

Baca Juga: 3 Resep Minuman Cocktail Buah tanpa Alkohol, Segar Banget!

1. Neurotransmiter

Minum alkohol mengubah tingkat neurotransmiter di otak, kata Maria Pagano PhD, seorang peneliti kecanduan dan profesor psikiatri di Case Western Reserve University School of Medicine.

"Sebagai permulaan, alkohol memperlambat neurotransmitter GABA, dan itulah yang mendorong gerakan lamban, bicara cadel, dan waktu reaksi yang lebih lambat pada seseorang yang mabuk." Kata Pagano, dikutip melalui Health.

Baca Juga: Angka Diabetes Tinggi, Masyarakat Diimbau Jauhi Rokok hingga Alkohol

2. Kesadaran

Alkohol juga menurunkan hambatan dan mengaburkan kesadaran, yang dapat menyebabkan seseorang terlibat dalam perilaku berisiko seperti melakukan hubungan seks tanpa kondom atau mengendarai mobil saat mabuk.

Jika seseorang yang mengkonsumsi alkohol memiliki gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau, gangguan bipolar, alkohol dapat memperburuk gejala dan meningkatkan perubahan suasana hati.

Baca Juga: Serangan Jantung Bisa Terjadi di Usia Muda karena Banyak Minum Alkohol dan Stres

3. Ingatan

Dalam kasus yang paling ekstrem, minum terlalu banyak alkohol terlalu cepat dapat menyebabkan menurunkan kinerja otak untuk mengingat sesuatu.

"Kami khawatir tentang itu karena alasan keamanan, tentu saja, tetapi ini juga merupakan tanda kematian sel dalam otak." Kata Lara Ray, PhD, profesor psikologi di University of California Los Angeles Brain Research Institute, dikutip melalui Health.

Baca Juga: Sungai di Hawaii Tercemar Alkohol 1,2 Persen, Diketahui oleh Pejalan Kaki

Penulis: Jihan Rienita

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dewi Kania
Indozone
Dewi Kania
Editor
Indozone
Writer
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US