The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Waduh! Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Sebabkan Satu Kematian di Afrika Selatan
Ilustrasi vaksin COVID-19. (Freepik)
Health

Waduh! Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Sebabkan Satu Kematian di Afrika Selatan

Jumat, 05 Agustus 2022 09:45 WIB 05 Agustus 2022, 09:45 WIB

INDOZONE.ID - Vaksin COVID-19 masih jadi pilihan tepat untuk mengurangi penyebaran virus corona. Namun, belum lama ini regulator kesehatan Afrika Selatan melaporkan kematian seorang warga setelah mendapat suntikan vaksin Johnson & Johnson (J&J).

Regulator kesehatan Afrika Selatan melaporkan kematian disebabkan vaksin tersebut pada hari Kamis (5/8/2022).

Dilansir Fox News, orang tersebut dilaporkan mengalami gangguan neurologis langka Sindrom Guillain-Barre setelah diberikan vaksin Johnson & Johnson, tidak lama setelah itu orang tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Sayangnya, usia orang tersebut dan detail identitasnya tidak diungkapkan karena alasan kerahasiaan.

Menanggapi hal tersebut, melalui sebuah pernyataan email bahwa GBS dikaitkan dengan pemberian berbagai vaksin dan obat-obatan lainnya dan juga dapat dipicu oleh SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Baca juga: Soal Vaksin Covid-19 Dosis 4, Wagub DKI: Belum, Masih Fokus Vaksin Ketiga

Juli lalu, otoritas AS menambahkan peringatan untuk vaksin J&J yang mengatakan data menunjukkan ada peningkatan risiko GBS dalam enam minggu setelah vaksinasi. Pada saat itu tercatat 100 laporan awal GBS pada penerima vaksin, termasuk 95 kasus serius dan satu kematian dilaporkan.

Menanggapi peringatan AS, J&J mengatakan saat itu pihaknya sedang dalam diskusi dengan regulator dan tingkat kasus GBS yang dilaporkan pada penerima vaksin Janssen melebihi tingkat latar belakang hanya sedikit.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengatakan pada konferensi pers hari Kamis bahwa pada pertengahan Juli ada lebih dari 6.200 "efek samping" yang dilaporkan ke SAHPRA dari lebih 37 juta dosis vaksin COVID-19 yang diberikan di negara itu.

Afrika Selatan telah menggunakan suntikan dari J&J dan Pfizer dalam kampanye vaksinasi COVID-nya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dewi Kania
Fitri
Dewi Kania

Dewi Kania

Editor
Fitri

Fitri

Writer
JOIN US
JOIN US