The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pentingnya Durasi Tidur Optimal untuk Menjaga Kesehatan Mental, Jangan Lebih atau Kurang!
Ilustrasi tidur. (Freepik)
Health

Pentingnya Durasi Tidur Optimal untuk Menjaga Kesehatan Mental, Jangan Lebih atau Kurang!

Sabtu, 21 Mei 2022 17:55 WIB 21 Mei 2022, 17:55 WIB

INDOZONE.ID - Tidur tidak hanya mengistirahatkan tubuh setelah seharian lelah beraktivitas. Tapi mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas juga sangat penting bagi kesehatan mental seseorang.

Ketika tidur seseorang buruk, maka akan berpotensi menyebabkan penurunan kognitif, yang berakibat membuat kamu sulit untuk berkonsentrasi.

Selain itu, tidur yang buruk juga mempengaruhi suasana hati dan perilaku orang, baik mereka yang masih bayi atau orang dewasa.

Lantas, berapa banyak tidur yang dibutuhkan otak kita untuk beroperasi dengan baik dalam jangka panjang?

Studi terbaru yang diterbitkan di Nature Aging mengatakan bahwa tidur adalah komponen penting untuk menjaga fungsi otak normal. Otak mereorganisasi dan mengisi ulang dirinya sendiri selama tidur.

Baca juga: Heboh Wanita Telepon Damkar karena 'Ular' di Kolong Tempat Tidur, Ending-nya Bikin Ngenes

Kuantitas dan kualitas tidur yang optimal memungkinkan kita memiliki lebih banyak energi dan kesejahteraan yang lebih baik. Hal ini juga memungkinkan kita untuk mengembangkan kreativitas berdasarkan pikiran kita.

Saat melihat bayi berusia tiga hingga 12 tahun, para peneliti telah mencatat bahwa tidur yang lebih baik dikaitkan dengan hasil perilaku yang lebih baik di tahun pertama kehidupan, seperti kemampuan beradaptasi dengan situasi baru atau mengatur emosi.

Hal tersebut merupakan kekuatan awal yang penting untuk kognisi, termasuk kemampuan kita untuk mengubah perspektif dengan mudah yang berkaitan dengan kesejahteraan di kemudian hari.

Perubahan pola tidur, termasuk kesulitan untuk bangun dan tetap tertidur merupakan karakteristik signifikan dari proses penuaan. Gangguan tidur ini merupakan kandidat kontributor yang sangat masuk akal untuk penurunan kognitif dan gangguan kejiwaan pada orang tua.

Dilansir Inverse, berdasarkan penelitian tersebut menemukan bahwa tidur yang tidak cukup dan berlebihan berkontribusi pada gangguan kinerja kognitif dari populasi berusia paruh baya hingga hampir 500.000 orang dewasa.

Namun, peneliti tidak mempelajari hal tersebut pada anak-anak dan remaja, dan karena mereka dalam perkembangan, mungkin memiliki persyaratan yang berbeda untuk durasi tidur.

Temuan studi tersebut menggarisbawahi kalau tujuh jam tidur per malam itu optimal, lebih atau kurang dari itu membawa lebih sedikit manfaat untuk kognisi dan kesehatan mental.

Faktanya, peneliti menemukan bahwa orang yang tidur dengan jumlah tersebut rata-rata memiliki kinerja yang lebih baik dalam tes kognitif, termasuk kecepatan pemrosesan, perhatian visual, dan memori, daripada mereka yang tidur kurang atau lebih dari yang ditentukan.

Peneliti menemukan bahwa hubungan antara durasi tidur, kognisi, dan kesehatan mental dimediasi oleh genetika dan struktur otak. Peneliti mencatat bahwa daerah otak yang paling terpengaruh oleh kurang tidur termasuk hippocampus, yang terkenal dengan perannya dalam pembelajaran dan memori.

Tetapi meskipun tidur dapat mempengaruhi otak kita, itu juga bisa bekerja sebaliknya. Mungkin penyusutan terkait usia dari daerah otak yang terlibat dalam pengaturan tidur dan terjaga berkontribusi pada masalah tidur di kemudian hari.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Fitri
Fitri

Fitri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US