The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sudah Mulai Diuji Coba ke Manusia, Bagaimana Tahapan Pembuatan Vaksin?
Ilustrasi vaksin untuk virus corona. (Pexels/Cottonbro)
Health

Sudah Mulai Diuji Coba ke Manusia, Bagaimana Tahapan Pembuatan Vaksin?

Ini penjelasannya.

Senin, 13 Juli 2020 19:51 WIB 13 Juli 2020, 19:51 WIB

INDOZONE.ID - Hingga saat ini para ilmuwan di berbagai negara terus berusaha mengembangkan vaksin virus corona (Covid-19). Beberapa negara seperti Tiongkok, Australia, dan Inggris tengah melakukan uji vaksin ke manusia. Thailand dikabarkan juga akan menyusul melakukan hal serupa.

Uji coba vaksin Covid-19 ke manusia bisa dibilang adalah angin segar di tengah pandemi yang masih berlangsung. Sebab itu artinya pembuatan vaksin sudah selesai dilakukan. Lantas, sebenarnya bagaimana tahapan vaksin?

Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Berry Juliandi menjelaskan secara sederhana tahapan pembuatan vaksin. Pada awalnya yang dilakukan adalah mencari tahu protein mana pada virus yang bisa digunakan sebagai antigen.

Berry mengatakan, setiap virus yang berasal dari keluarga sama memiliki banyak kesamaan. Contohnya virus SARS-CoV-2 yang berasal dari keluarga virus corona. Virus tersebut memiliki kesamaan dengan virus corona lainnya. Kendati demikian, tetap ada protein yang unik dari masing-masing virus. Untuk mencari keunikan tersebut perlu dilakukan sekuensing.

"Langkah pertama adalah mencari protein yang unik dan hanya terbentuk di SARS-CoV-2. Terlebih setiap wilayah bisa berbeda-beda virusnya, jadi perlu sekuensing. Kalau diperhatikan, ilmuwan dari awal sibuknya melakukan sekuensing urutan genetik dari virus-virus yang ada di berbagai lokasi," ujar Berry kepada Indozone saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (13/2/2020).

Sudah Mulai Diuji Coba ke Manusia, Bagaimana Tahapan Pembuatan Vaksin?
Petugas menunjukkan sampel saat tes swab di Pasar Thomas, Cideng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)

Sekuensing genetik diperlukan untuk melihat keunikan protein yang hanya ada di virus SARS-CoV-2. Begitu sudah diketahui, maka selanjutnya adalah menentukan bagian protein yang hendak digunakan untuk penempelan virus ke sel. Lalu peneliti membuat atau mengisolasi protein dari virus untuk dijadikan vaksin.

"Jadi ketika masuk ke tubuh manusia bukan virus tapi protein. Cuma karena tubuh menganggap protein adalah benda asing, maka akan dilawan oleh tubuh sehingga membentuk antibodi buatan. Ketika nanti virus SARS-CoV-2 benar-benar masuk ke tubuh dan mengandung protein yang sudah lebih dulu masuk, harapannya tubuh bisa melawan," ujar Berry.

Proses pembuatan vaksin umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun. Namun khusus untuk vaksin Covid-19 waktunya dipersingkat dan diharapkan tahun 2021 vaksin sudah tersedia. Dikatakan oleh Berry, meskipun waktunya dipersingkat, hal itu tidak memengaruhi kualitas vaksin.

"Meskipun dipersingkat tapi koordinasinya sedunia, jadi ada pihak berwenang yang mengontrol. Kemungkinan kesalahannya kecil dan vaksin tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya karena sekarang teknologi sudah maju dan informasi bisa saling sharing antar lab. Jadi saya enggak khawatir ada kesalahan," pungkas Berry.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US