The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jika Mengalami Gangguan Mental, Saya Harus ke Psikolog atau Psikiater?
Ilustrasi psikolog. (Unsplash)
Health

Jika Mengalami Gangguan Mental, Saya Harus ke Psikolog atau Psikiater?

Berikut penjelasannya

Selasa, 28 Desember 2021 12:57 WIB 28 Desember 2021, 12:57 WIB

INDOZONE.ID - Istilah psikologi belakangan menjadi banyak dibincangkan lantaran banyaknya orang mengalami gangguan mental pasca pandemi menyerang dunia. Tak jarang psikolog maupun psikiater menjadi salah satunya dan paling diburu banyak orang untuk mencari kesembuhan.

Namun, apakah profesi psikolog dan psikiater itu sama?

Jika banyak yang menganggap hal ini sama maka kesalahan terbesar terdapat dalam pemahaman kedua profesi tersebut. Hal ini berpengaruh akan tempat orang-orang mencari pengobatan.

Baca Juga: Psikiater Sebut Tidur Siang Singkat Bisa Bikin Suasana Hati Lebih Baik

Meski sama-sama mengatasi masalah pada mental, namun kedua profesi tersebut sangatlah berbeda. Psikolog sendiri adalah orang yang mendalami ilmu piskologi baik yang dibangku kuliah mapun secara langsung.

Seorang psikolog yang baru saja lulus menjadi sarjana masih harus melanjutkan studinya lagi untuk mendapatkan gelar profesi sebelum bertugas sebagai psikolog. Untuk pekerjaannya sendiri juga sangat beragam. Ada yang bekerja di bidang industri, organisasi, pendidika, sosial maupun klinis.

Perbedaan psikolog dan psikiater
Psikiater sedang menangani pasiennya. (Pexels)

Sedangkan untuk psikiater sendiri adalah orang yang lulus dari Fakultas Kedokteran yang kemudian mengambil pendidikan spesialis ahli kejiwaan. Oleh karena itu, psikiater memiliki gelar pada namanya yakni Sp.KJ atau Spesialis Kesehatan Jiwa.

Psikiater tentunya akan bekerja di rumah sakit atau klinik untuk menangasi kesehatan jiwa pasien di dalam rumah sakit. Pengobatan psikiater dan psikolog juga tentunya akan berbeda, dimana psikiater akan menerapkan metode pengobatan yang memberikan resep obat kepada pasiennya.

Untuk psikolog sendiri pengobatan diambil dengan metode psikoterapi dan tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan obat-obatan kepada pasien. Namun, sebelum menerapkan psikoterapinya, psikolog akan mengidentifikasi gejala masalah mental yang dialami oleh pasien.

Oleh karena itu, kamu dapat memilih metode dan jaminan yang akan kamu ambil untuk menyembuhkan penyakit mental yang kamu alami.

TAG
M Fadli
Abdul Fattah
M Fadli

M Fadli

Editor
JOIN US
JOIN US