The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mendengkur saat Tidur Bisa Jadi Tanda Hipertensi
Mendengkur saat tidur gejala hipertensi (Pesels/Kampus Production)
Health

Mendengkur saat Tidur Bisa Jadi Tanda Hipertensi

Harus segera diperiksakan.

Selasa, 18 Mei 2021 14:24 WIB 18 Mei 2021, 14:24 WIB

INDOZONE.ID - Mendengkur saat tertidur nyatanya tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele. Bisa jadi, mendengkur atau mengorok merupakan salah satu gejala penyakit tertentu, salah satunya hipertensi.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Susetyo Atmojo, mengungkapkan jika secara medis mendengkur disebut juga kondisi obstructive sleep apnea.

"Kita sebut kondisi medis obstructive sleep apnea, jadi kondisi mendengkur pada saat tidur itu merupakan salah satu penyebab hipertensi. Tapi umumnya adalah hipertensi sekunder," kata dokter Susetyo dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes.

Menurut Dokter Susetyo, hipertensi sekunder muncul karena kebiasaan mendengkur atau konstruktif. Oleh karena itu, orang yang mendengkur di kala tidur perlu mendapatkan penanganan obstructive sleep apnea.

Baca Juga: Cegah Stroke dan Hipertensi, Waspadai Makanan Tinggi Kalori saat merayakan Hari Raya

"Jika itu bisa kita reduksi, kita kurangi tekanannya, syukur-syukur kita hilangkan, maka secara otomatis tekanan darah seseorang tersebut akan menurun," tambahnya. 

Sementara itu, dilansir dari WebMD, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mendengkur, atau memiliki masalah pernapasan lain saat mereka tidur, adalah orang-orang yang berisiko tinggi terkena tekanan darah tinggi. Dan semakin muda Anda, semakin tinggi risikonya.

Ini tidak hanya berlaku untuk orang yang mendengkur hingga membangunkan orang sekitar, tetapi bahkan mendengkur pelan pun dapat menjadi tanda peringatan. Peneliti merekomendasikan agar orang dengan masalah pernapasan saat tidur memeriksakan tekanan darah tinggi, dan sebaliknya.

Masalah pernapasan saat tidur lebih umum daripada yang disadari kebanyakan orang. Beberapa orang mengalami 'celah' kecil saat mereka berhenti bernapas saat tidur. 

Kesenjangan ini dapat terjadi 10, 15 atau bahkan 20 kali dalam satu jam. Mereka pun jadi terengah-engah dan mulai bernapas lagi, tetapi proses ini membuat mereka tidak bisa tidur nyenyak. Kondisi inilah  yang dikenal sebagai sleep apnea, dan banyak orang bahkan tidak menyadarinya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US