The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kabar Baik! Meski COVID-19 'Ngegas' Lagi, Menkes Pastikan Kenaikan Kasus Masih Terkendali
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (ANTARA/Fikri Yusuf)
Health

Kabar Baik! Meski COVID-19 'Ngegas' Lagi, Menkes Pastikan Kenaikan Kasus Masih Terkendali

Tetap waspada.

Minggu, 26 Juni 2022 19:40 WIB 26 Juni 2022, 19:40 WIB

INDOZONE.ID - Angka infeksi COVID-19 di Indonesia terus melonjak. Bahkan berdasarkan data yang diinformasikan situs Covid19.co.id, penambahan kasus Corona pada hari ini sebanyak 1.726. Sehingga totalnya menjadi 6.080.451 kasus.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 juga melaporkan peningkatan signifikan tercatat dari beberapa pekan terakhir.

Di mana angka kenaikan kasus mencapai 105 persen. Namun menurut Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin peningkatan tersebut masih terkendali.

Baca juga: Waspada! Kasus COVID-19 Kembali Naik di 21 Provinsi, Kemenkes Imbau Masyarakat Taat Prokes

Pasalnya angka saat ini masih jauh di bawah lonjakan kasus yang sebelumnya pernah terjadi yaitu hingga 60 ribu kasus.

"Memang ada kenaikan cuma dari 200 ke 2.000, kalau dulu kita sampai 60 ribu, jadi ini masih jauh di bawah," ujar Menkes dalam keterangannya, Minggu (26/6/2022).

Menurutnya peningkatan kasus ini juga terjadi di seluruh dunia akibat munculnya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5.

"Di seluruh dunia kasus naik karena ada varian baru, ini subvarian Omicron atau istilah saya anaknya Omicron, ada BA.4 dan BA.5," sambungnya.

Budi turut menjelaskan berdasarkan versi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), kenaikan kasus di Indonesia masih berada di level 1. Di mana batas atas level-1 yaitu 7.800 kasus per hari. 

Kemudian, terkait reproduction rate nasional juga masih terkendali atau kurang dari 1 persen.

"Positivity rate nasional masih terkendali di 3,61 persen kurang dari 5 persen," sambungnya.

Sementara itu, untuk puncak gelombang subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Budi memprediksi akan terjadi pada pekan kedua atau ketiga Juli 2022. Hal itu didasari atas pengamatan yang terjadi di Afrika Selatan.

"Kalau polanya sama dengan di Afrika Selatan, perkiraan puncak (di Indonesia) bisa kena di pekan kedua dan ketiga Juli 2022," bebernya. 
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US