The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sindrom Langka yang Diidap Justin Bieber Akibat Vaksin COVID-19? Ini Kata Pakar IDI
Justin Bieber (Instagram/justinbieber)
Health

Sindrom Langka yang Diidap Justin Bieber Akibat Vaksin COVID-19? Ini Kata Pakar IDI

Kelumpuhan wajah.

Minggu, 12 Juni 2022 19:15 WIB 12 Juni 2022, 19:15 WIB

INDOZONE.ID - Baru-baru ini Justin Bieber mengumumkan dirinya terkena penyakit langka, Ramsay Hunt Syndrome yang menyebabkan separuh wajahnya lumpuh.

Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Justin meminta maaf karena dia harus menunda beberapa konser akibat herpes zoster yang membuat saraf di bagian wajahnya mengalami kelumpuhan.

Meski sudah disebutkan penyebabnya, banyak orang yang mengaitkan penyakit yang diderita Justin akibat vaksin COVID-19. Lantas benarkah demikian?

Menanggapi hal itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM membeberkan bahwa sindrom tersebut tak ada kaitannya dengan vaksin SARS-CoV-2.

Baca juga: Justin Bieber Idap Ramsay Hunt Syndrome hingga Wajahnya Lumpuh Sebelah, Apa Penyebabnya?

Menurutnya, Ramsay Hunt yang dialami Justin Bieber disebabkan virus varicella-zoster. Virus yang juga mengakibatkan anak-anak terkena cacar air atau cacar ular (herpes zoster) pada orang dewasa.

“Suatu kondisi yang disebabkan reaktivasi virus. Sindrom ini bertanggung jawab atas 12% kasus kelumpuhan wajah, dengan prognosis yang lebih buruk ketimbang Bell's palsy (kelumpuhan salah satu sisi otot wajah sehingga wajah tampak melorot),” tutur Prof Zubairi dikutip dari Twitter pribadinya @ProfesorZubairi, Minggu (12/6/2022).

Dia menjelaskan tidak ada bukti yang menyebutkan Ramsay Hunt Syndrome berkaitan dengan vaksin COVID-19. Bahkan obat penyakit ini sudah lama temukan dan tersedia di apotek Indonesia.

"Belum ada bukti. Yang jelas, sindrom ini sudah ada obatnya di Indonesia dan tersedia juga di apotek-apotek," sambungnya.

Prof Zubairi juga menambahkan sindrom langka tersebut bisa diobati, dengan tingkat kesembuhan di atas 70 persen. Adapun obatnya cukup beragam.

“Pada 1982 ketika saya masih di Prancis obatnya adalah Acyclovir. Namun, dengan perkembangan zaman, ada obat yang lebih canggih: Valacyclovir."

"Variasi obat lain ada tiga pilihan: Acyclovir, Famciclovir, dan Valacyclovir. Dari pengalaman saya, Valacyclovir lebih baik ditambah obat steroid (seperti Prednison). Kombinasi itu membuat penyembuhannya lebih cepat,” jelasnya.

Untuk resiko sendiri, sindrom ini lebih banyak menyerang orang dewasa ketimbang anak-anak dengan gejala ruam di wajah, gendang telinga sakit, gangguan pendengaran di satu sisi, sulit menutup salah satu mata, vertigo, hingga kelumpuhan sebagian wajah.

“Orang dewasa. Amat jarang menyerang anak-anak. Gejalanya bervariasi, namun tanda pertama sindrom ini seringkali berupa ruam kecil, serta kelemahan pada sisi wajah yang terkena dan hilangnya ekspresi wajah,” bebernya.

Sementara untuk memastikan benar mengalami sindrom ini, haruslah melakukan tes darah dan kulit.

"Bagaimana orang memastikan bahwa dia mengalami Ramsay Hunt Syndrome? Di antaranya bisa dengan tes darah dan kulit untuk virus varicella-zoster, Elektromiografi (EMG), atau Magnetic resonance imaging (MRI)," pungkas Prof Zubairi.
 
 


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US