The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

2 Kelompok Ini Rentan Stres Pasca Bencana Alam, Penting Beri Dukungan!
Presiden Jokowi saat mengunjungi korban gempa Cianjur. (Muchlis Jr/Istana Kepresidenan/Handout via REUTERS)
Health

2 Kelompok Ini Rentan Stres Pasca Bencana Alam, Penting Beri Dukungan!

Perempuan dan anak-anak.

Selasa, 06 Desember 2022 09:00 WIB 06 Desember 2022, 09:00 WIB

INDOZONE.ID - Jelang penghujung 2022, Indonesia diterpa banyak bencana alam. Tak hanya menghancurkan bangunan, ternyata bencana alam juga bisa berakibat pada gangguan kesehatan mental korban.

Dokter kesehatan jiwa dr Willy Steven, SpKJ, mengatakan perempuan dan anak-anak menjadi kelompok rentan mengalami gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD) akibat bencana alam.

Baca juga: Makin Panas, Psikolog Sebut Amber Heard Derita PTSD Akibat Pelecehan Fisik Johnny Depp

PTSD adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa bersifat trauma atau tidak menyenangkan.

"Kondisi bencana besar seperti gempa bumi di Palu, Tsunami di Aceh, beberapa orang mengalami gejala PTSD. Namun perlu diingat, tidak semua orang mengalami hal tersebut," kata dr Willy dalam siaran sehat, Senin (5/12/2022).

Salah satu gejala yang biasanya timbul pada penderita yakni menarik diri dari tempat keramaian. Umumnya, hal ini dilakukan karena penderita menghindari pembicaraan terkait peristiwa yang membuatnya trauma.

gangguan mental
Ilustrasi stres. (FREEPIK/rawpixel-com)

Selain menarik diri, gejala lain yang dialami penderita PTSD adalah perubahan perilaku dan emosi. Para penderita biasanya mudah takut atau marah meskipun tidak dipicu oleh ingatan akan peristiwa trauma yang dialami.

"Orangnya bisa mematung antara sadar dan tidak. Ada yang berharap kejadian yang dialami hanya mimpi, ada yang bersedih, ada juga yang ketakutan dan bertanya apakah sudah selesai (kejadian yang membuat trauma) atau kejadian itu terulang lagi," imbuhnya.

Kelompok anak-anak berpotensi mengalami PTSD. Hal ini dikarenakan bencana alam mengganggu akses pada interaksi bermain, sekolah, bahkan kehilangan orang terdekatnya.

Baca juga: Berisiko Alami PTSD Akibat Trauma, Jangan Cuek pada Kesehatan Mental Ibu usai Melahirkan

"Anak bisa mengalami kondisi trauma karena rutinitasnya terganggu dan akses yang terbatas akibat bencana," ungkapnya.

Sementara pada populasi perempuan, mereka kerap diandalkan karena dituntut untuk mengurus segala macam kebutuhan keluarga usai bencana.

"Perempuan biasanya jadi orang yang dimintai dukungan kalau ada yang sakit, jadi harus ikut merawat. Padahal bisa saja dia sedang tidak nyaman (untuk membantu) karena bencana," katanya.

Dukungan mendasar seperti memberikan jaminan keamanan, pasokan kebutuhan dasar seperti air dan sanitasi yang bersih, serta akses layanan kesehatan, perlu disediakan.

Tahap selanjutnya yakni menyediakan layanan kesehatan kepada penderita trauma berat melalui kegiatan penyembuhan trauma. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dewi Kania
Fitri
Razdkanya Ramadhanty
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US