The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Usia Produktif vs Lansia, Siapa yang Lebih 'Taat' Vaksin COVID-19?
Suasana vaksinasi COVID-19 di RSUD Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Indozone/Razdkanya Ramadhanty)
Health

Usia Produktif vs Lansia, Siapa yang Lebih 'Taat' Vaksin COVID-19?

Data dari RSUD Jati Padang.

Selasa, 06 Desember 2022 16:06 WIB 06 Desember 2022, 16:06 WIB

INDOZONE.ID - Sudah hampir tiga tahun pandemi COVID-19 berlangsung. Pemerintah pun masih terus menggalakkan program vaksin COVID-19 primer dosis 1 dan 2, hingga booster

Tujuan vaksinasi tersebut untuk mendorong pembentukan herd immunity (kekebalan komunal), agar pandemi berakhir. Namun kenyataannya di lapangan, program vaksinasi tersebut masih terhambat.

Lalu, sebenarnya kelompok mana yang lebih 'taat' menerima vaksinasi COVID-19?

Merliana (33), wanita yang berdomisili di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengaku memilih untuk menunda menerima vaksin COVID-19. Terutama vaksin booster selama kurang lebih satu tahun sejak menerima vaksin kedua. Ia bilang, tidak punya alasan khusus menunda penerimaan vaksin.

Baca Juga: Mau Vaksin Booster COVID-19? Ini Alur Pendaftaran yang Harus Diperhatikan

"Baru sekarang vaksin booster pertama, karena butuh vaksin ketiga kalau mau ke mana-mana. Cuma kemarin ngerasa, ‘Entar dulu deh, entar dulu’, padahal dari Puskesmas sudah menyuruh," ucap Merliana saat ditemui Indozone, di RSUD Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022). 

Vaksinasi COVID-19 di RSUD Jati Padang
Warga bernama Merliana, saat tengah mengantre untuk vaksin COVID-19, di RSUD Jati Padang, Pasar Minggu, Selasa (6/12/2022). (Indozone/Razdkanya Ramadhanty)

Berdasarkan pengakuan Merliana, di lingkup terdekatnya sudah banyak yang menerima vaksin COVID-19, baik primer ataupun booster. Sementara yang belum, punya alasan yang serupa dengannya.

Merliana cerita, bahwa ibu mertuanya justru sudah menerima vaksin COVID-19 booster ke dua atau dosis keempat. Bahkan, sang ibu mertualah yang memintanya segera vaksin booster.

Vaksin covid-19 di RSUD Jati Padang
dr Rizky Achmad Ayyubi, selaku dokter penanggung jawab sentra vaksin COVID-19 RSUD Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Indozone/Razdkanya Ramadhanty)

Pernyataan Merliana selaras dengan data milik dr Rizky Achmad Ayyubi, selaku dokter penanggung jawab sentra vaksin COVID-19 RSUD Jati Padang. Ia membenarkan, antusias kelompok lansia berusia 60 tahun ke atas, lebih tinggi dibandingkan kelompok usia produktif.

"Lansia ini antusiasnya tinggi karena lansia itu kalau sudah ada peraturan, pasti langsung diikutin. Kita sebagai usia muda produktif, harusnya mencontoh mereka lansia itu taat peraturan, pemerintah suruh vaksin mereka vaksin, booster mereka booster," kata dr Rizky kepada Indozone

Baca Juga: Supaya Banyak yang Mau Booster, Dinkes DKI Buka Lokasi Vaksin COVID-19 sampai Malam

Meski begitu, untuk jumlah angka mereka yang sudah vaksin COVID-19 booster pertama, baik usia produktif atau lansia, masih seimbang.

“Saat booster 1, animo semua usia sama baiknya. Saat itu waktunya di sekitar bulan Juni-Juli. Dari 150-200 pasien setiap hari, usia produktif 80-90 persen. Karena booster 1 Lansia sudah duluan. Sisanya orang-orang yang baru vaksin kesatu atau vaksin kedua,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, dr Rizky menyayangkan, masih banyak kelompok usia produktif yang menunda bahkan menolak menerima vaksin COVID-19. Padahal, kebutuhan bersosialisi lebih tinggi dibandingkan kelompok lansia.

"Padahal kebutuhan mereka sosialisi tidak sebanyak usia muda, tapi mereka merasa butuh proteksi. Mungkin mereka merasa usia sudah tua, imun menurun, jadi itu cara dia menghalangi (virus COVID-19),” pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Achmad Rafiq
Razdkanya Ramadhanty
JOIN US
JOIN US