The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Anak Batuk Pilek Boleh Diimunisasi Atau Tidak Ya?
Ilustrasi anak sakit. (Unsplash/Sabine van Straaten)
Health

Anak Batuk Pilek Boleh Diimunisasi Atau Tidak Ya?

Moms, wajib tahu.

Rabu, 01 Juli 2020 19:03 WIB 01 Juli 2020, 19:03 WIB

INDOZONE.ID - Imunisasi atau vaksinasi penting untuk anak karena bisa melindungi dirinya dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri maupun virus. Imunisasi membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Selain itu, anak yang melakukan imunisasi juga bisa melindungi anak lain di sekitarnya dari penyakit dengan catatan cakupan imunisasi mencapai minimal 80%.

Idealnya anak mendapatkan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan. Aturan waktu pemberian imunisasi pun disesuaikan dengan usia anak. Namun terkadang, pemberian imunisasi bisa tertunda apabila kondisinya tidak memungkinkan seperti anak sedang sakit.

Jika anak sedang sakit ketika waktu imunisasi tiba, maka sebaiknya imunisasi ditunda dulu. Namun harus dilihat dulu sakit seperti apa yang dialami anak. Ada masyarakat yang menganggap, bahkan bila anak hanya batuk pilek sebaiknya jangan diimunisasi. Benarkan demikian?

“Batuk pilek ringan tanpa demam sebenarnya bukan kontraindikasi untuk imunisasi. Dokter tentunya akan melakukan pemeriksaan sebelum melakukan imunisasi,” ujar spesialis anak dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr Caessar Pronocitro, dalam webinar “Pentingnya Vaksinasi untuk Anak”, Rabu (1/7/2020).

Dirinya menambahkan, anak yang batuk pilek ringan tetap boleh melakukan imunisasi namun dengan catatan harus melalui pemeriksaan oleh dokter terlebih dahulu. Sulit bagi orangtua untuk menentukan anaknya sakit berat atau ringan. Oleh karenanya, jika waktu imunisasi tiba namun anak mengalami masalah kesehatan, maka sebaiknya dibawa dulu ke dokter untuk diperiksa.

“Kalau sakitnya ringan boleh tetap dilakukan vaksinasi, tapi kalau berat ditunda. Sakit berat gejalanya macam-macam tergantung penyakit. Apabila anak misalnya diare berat, kotoran yang keluar cair dan frekuensinya sangat sering, tentu tangani dulu penyakitnya, setelah sembuh baru vaksinasi,” pungkas dr Caessar.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US