The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sukacita Pasien Kanker Payudara Menyambut Ganja Legal di Thailand, Seperti Apa Khasiatnya?
Pasien kanker payudara yang mengandalkan ganja sebagai obat ( REUTERS/Athit Perawongmetha)
Health

Sukacita Pasien Kanker Payudara Menyambut Ganja Legal di Thailand, Seperti Apa Khasiatnya?

Senin, 27 Juni 2022 13:15 WIB 27 Juni 2022, 13:15 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah Thailand resmi melegalkan penanaman dan konsumsi pribadi ganja pada 9 Juni 2022. Bagi para pasien, terutama penderita kanker payudara yang mengandalkan ganja medis, pelonggaran itu membuka jalur untuk pasokan yang lebih murah.

Hal ini seperti yang diungkap Jiratti Kuttanam, penderita kanker payudara yang selama ini mengandalkan ganja untuk mengatasi rasa sakitnya.

Perempuan berusia 42 tahun itu didiagnosis menderita kanker payudara stadium lanjut lima tahun lalu.

Pasien kanker payudara yang mengandalkan ganja sebagai obat ( REUTERS/Athit Perawongmetha)
Pasien kanker payudara yang mengandalkan ganja sebagai obat ( REUTERS/Athit Perawongmetha)

Dua tahun kemudian, dia mulai memanfaatkan minyak ganja dan produk lainnya untuk mengurangi rasa sakit, muntah, kelelahan, dan kecemasan akibat kemoterapi.

"Saya sudah minum ganja secara teratur sehingga saya tidak perlu merasa sakit," ucapnya seperti yang dikutip dari Reuters, Senin (27/6/2022).

Jiratti biasanya merobek dan merebus daun ganja untuk membuat teh infus. Bau khas teh tersebut langsung memenuhi apartemen satu kamar tidurnya di Bangkok.

Baca juga: Potret Memilukan Ibu Minta Ganja Medis Legal di CFD, Ternyata untuk Obat Anak Lumpuh Otak

Dia menjelaskan ganja medis sebenarnya sudah legal di Thailand sejak 2018. Namun, sebelum undang-undang itu berubah, dia harus bergantung pada impor asing yang mahal.

Pasien kanker payudara yang mengandalkan ganja sebagai obat ( REUTERS/Athit Perawongmetha)
Pasien kanker payudara yang mengandalkan ganja sebagai obat ( REUTERS/Athit Perawongmetha)

Bahkan beberapa pasien sampai pergi ke pengedar ilegal demi mendapatkannya. Tunas ganja impor sendiri biasanya mencapai 700 baht (Rp 294 ribu) per gram.

Namun  kini harga tunas bisa menurun hingga setengahnya. Sehingga keputusan mengubah aturan merupakan langkah yang baik selama para pasien tahu cara menggunakan ganja.

"Saya pikir Anda perlu edukasi. Anda perlu mempelajari cara menggunakannya, cara yang benar. [Ganja] itu bisa berbahaya. Bisa berbahaya juga, lho," ungkap Jiratti.

Lantas apa saja khasiat ganja bagi penderita kanker payudara?

Dikutip dari Healthline, di dalam ganja terdapat cannabidiol, yaitu senyawa yang tidak memiliki sifat psikoaktif (membuat kecanduan). Nah zat inilah yang dapat digunakan untuk pengobatan.

Cannabinoid dalam ganja berfungsi untuk menghalangi perkembangan sel yang menyebabkan tumor. Bahkan para peneliti menemukan bahwa cannabidiol bukan hanya mematikan penyebaran sel kanker payudara, tetapi juga menormalkan sel-sel tersebut.

Ganja yang digunakan sebagai obat ( REUTERS/Athit Perawongmetha)
Ganja yang digunakan sebagai obat ( REUTERS/Athit Perawongmetha)

Tim peneliti dari California Pacific Medical Center, di San Francisco, pertama kali melihat potensi tersebut. Hal itu terjadi setelah mereka berhasil menghentikan penyebaran sel kanker payudara di laboratorium.

Kemudian, setelahnya mereka pun menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan efek sama pada tikus. Sehingga studi terhadap cannabinoid ganja makin berkembang. 

Termasuk sebuah studi tentang keberadaan cannabidiol pada sel glioma manusia (sel tumor di otak atau tulang belakang) yang menunjukkan bahwa zat ini dapat meningkatkan keefektifan kemoterapi dan mematikan sel kanker tanpa melukai sel normal di sekitarnya.

Ganja yang digunakan sebagai obat ( REUTERS/Athit Perawongmetha)
Ganja yang digunakan sebagai obat ( REUTERS/Athit Perawongmetha)

Bukti dari salah satu penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman ganja dapat mengecilkan salah satu jenis tumor otak. 

Dan sekarang ini, banyak penelitian yang menggunakan THC dan cannabinoid sebagai terapi kombinasi dalam obat kemoterapi yang dapat membunuh sel kanker dan tidak membunuh sel normal. 
 


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US