The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mahasiswi Bunuh Diri Diduga Depresi Dipaksa Aborsi, Berikut Fakta-Fakta tentang Aborsi
Ilustrasi janin (euractiv.com)
Health

Mahasiswi Bunuh Diri Diduga Depresi Dipaksa Aborsi, Berikut Fakta-Fakta tentang Aborsi

Minggu, 05 Desember 2021 19:59 WIB 05 Desember 2021, 19:59 WIB

INDOZONE.ID - Perihal aborsi tengah menjadi perbincangan netizen di media sosial. Hal itu bermula dari peristiwa bunuh diri mahasiswi Universitas Brawijaya, Malang bernama Novia Widyasari Rahayu.

Diketahui, korban memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri diduga karena depresi setelah kekasihnya, Bripda Randy Bagus, oknum polisi di Polres Pasuruan tidak mau bertanggung jawab usai menghamilinya.

Dalam pemeriksaan polisi, Randy sempat menyuruh korban melakukan aborsi dua kali pada Maret 2020 dan Agustus 2021. Kini, Randy ditetapkan sebagai tersangka terkait aborsi yang dilakukan korban.

Aborsi merupakan tindakan upaya menghentikan kehamilan dengan cara menghancurkan janin secara paksa yang berada di dalam kandungan. Praktik ini biasa dilakukan atas kondisi darurat medis atau kehamilan yang tidak diinginkan.

Praktik aborsi hingga saat ini masih menuai pro dan kontra. Beberapa negara ada yang sudah melegalkan aborsi, namun masih ada negara lain yang menganggap aborsi tindakan ilegal.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui soal aborsi

Dibolehkan atas kondisi darurat medis

aborsi
Ilustrasi janin (Pixabay)

Praktik aborsi sangat dibolehkan jika dilakukan atas kondisi darurat medis yang dapat mengancam nyawa ibu atau janin yang berada di dalam kandungan.

Ada beberapa kondisi medis yang dibolehkan untuk melakukan aborsi, salah satunya kehamilan yang terjadi di luar rahim atau dalam medis disebut kehamilan ektopik.

Selain itu, aborsi dibolehkan untuk kondisi lain yang menurut dokter dapat membahayakan nyawa ibu atau janin yang berada di dalam kandungan.

Sama dengan aksi pembunuhan

aborsi
Ilustrasi janin (Pixabay)

Di luar dari alasan medis, Indonesia melarang keras praktik aborsi. Menurut hukum yang berlaku, aborsi merupakan tindakan yang sama dengan aksi pembunuhan.

Mengapa bisa disebut pembunuhan? karena setiap pembuahan yang berhasil dilakukan, maka itu tandanya ada kehidupan baru yang dimulai.

Jika aborsi dilakukan, maka kehidupan yang akan baru dimulai tersebut berhenti mendadak. Hal itu sama saja dengan menghilangkan nyawa manusia.

Aborsi menurut hukum Indonesia

aborsi
Ilustrasi hukum (Pixabay)

Perihal aborsi telah diatur dalam  pasal 75 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam UU tersebut menyatakan bahwa aborsi merupakan tindakan yang dilarang dan melawan hukum yang berlaku.

Namun jika dilakukan atas kondisi darurat medis yang dapat mengancam nyawa ibu atau janin yang berada di dalam kandungan, maka aborsi diizinkan untuk dilakukan.

Pemicu komplikasi kesehatan

aborsi
Ilustrasi sakit pada perut (Pixabay)

Tindakan aborsi yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur atau tanpa pengawasan dokter maka bisa memicu terjadinya komplikasi kesehatan.

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi ketika melakukan aborsi adalah pendarahan yang luar biasa.

Selain itu, masalah kesehatan akan muncul jika janin yang diaborsi tidak diangkat atau dibersihkan dengan baik dari rahim. Bahkan tak jarang, tindakan aborsi berujung pada kematian.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Nanda
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Nanda

Nanda

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US