The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kasus COVID-19 Melonjak, Singapura Batal Berdamai Dengan Corona?
Warga Singapura (REUTERS/STAFF)
Health

Kasus COVID-19 Melonjak, Singapura Batal Berdamai Dengan Corona?

Kamis, 22 Juli 2021 10:20 WIB 22 Juli 2021, 10:20 WIB

INDOZONE.ID - Kasus COVID-19 di Singapura kian hari kian melonjak. Mereka yang dulunya mengatakan berdamai dengan Corona, kini malah lockdown. Apakah opsi berdamai dengan Corona batal?

Singapura yang diketahui me-lockdown beberapa wilayahnya tersebut diketahui mengalami lonjakan COVID-19 yang cukup tinggi pada Selasa, 20 Juli 2021 yakni 195 kasus.

Di hari yang sama pula pemerintah langsung bergerak cepat untuk melarang kegiatan makan di restoran, membatasi jumlah maksimum orang yang diizinkan berkumpul dari sebelumnya maksimal 5 orang, kini menjadi 2 orang.

Bahkan diketahui ada banyak klaster COVID-19 di Singapura di antaranya klaster karaoke, klaster COVID-19 di pasar basah dan pusat makanan jajanan. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan para pejabat.

"Ini sangat memprihatinkan, karena dapat mempengaruhi banyak orang di komunitas kami di seluruh pulau," kata Kementerian Kesehatan Singapura dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC.

"Ketika kami terus melakukan pengujian ekstensif untuk individu yang terpapar risiko infeksi, kami dapat memperkirakan jumlah kasus meningkat dalam beberapa hari mendatang," tambahnya.

Dikabarkan bahwa pembatasan terbaru mulai hari ini yakni 22 Juli hingga 18 Agustus mendatang. Aturan tersebut berada di bawah situasi Fase II (peringatan tertinggi).

"Pesan umum untuk semua orang di bawah Fase 2 (Peringatan Tinggi) adalah tetap di rumah, minimalkan gerakan dan interaksi sosial Anda sebanyak mungkin," kata Wong, yang juga Menteri Keuangan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Muhammad Alfath Ishari
JOIN US
JOIN US