The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kemenkes Buka Suara soal Kasus Polio Muncul Lagi: Cakupan Vaksinasi Rendah
Ilustrasi - Petugas kesehatan memberikan vaksin polio tetes (Oral Poliomyelitis Vaccine) kepada balita saat imunisasi polio serentak di Kantor Balai Desa Meureubo, Aceh (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Health

Kemenkes Buka Suara soal Kasus Polio Muncul Lagi: Cakupan Vaksinasi Rendah

Akibat COVID-19.

Selasa, 21 Maret 2023 10:45 WIB 21 Maret 2023, 10:45 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali melaporkan kasus baru polio di Purwakarta, Jawa Barat. Anak berusia dua tahun tersebut, mengalami gangguan tumbuh kembang.

Terkait dengan ini, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, anak tersebut mengalami kesulitan berjalan dan sempat demam, sebelum dilarikan ke rumah sakit.

"Di Purwakarta sebenarnya itu (sejak) 2021 anaknya sudah tidak bisa berjalan. Ketahuannya karena anaknya demam, dibawa ke rumah sakit, terus puskesmas melihat penyebab dia tidak bisa berjalan itu adalah polionya," ujar dr Nadia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/3/2023).

Penyebab Kasus Polio Muncul Kembali

kasus polio
Petugas medis memberikan imunisasi polio kepada anak di Lhokseumawe, Sabtu (17/12/2022). (ANTARA/Dedy Syahputra)

Lebih lanjut dr Nadia mengatakan, pemicu kembalinya kasus polio di Indonesia karena cakupan vaksinasi yang rendah akibat pandemi COVID-19.

Selama tiga tahun terakhir, jumlah anak yang divaksin dasar lengkap mengalami penurunan. Akibatnya, kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap polio juga menurun.

"Dulu cakupan imunisasi dasar lengkap 90 persen, selama berpuluh puluh tahun itu 80-90 persen. Nah, pandemi turun, enggak ada yang mencapai 70 persen," jelas dr Nadia.

"Pada 2020 kita masih aman karena herd immunity-nya masih ada, pada 2021 sudah turun, ditambah lagi ada anak baru yang lahir dan belum divaksinasi. 2022, ya, tambah turun lagi. Makanya di Aceh cukup banyak" lanjutnya.

Imunisasi polio merupakan cara paling efektif dalam mencegah penyakit. Vaksin polio lengkap sebanyak empat kali, dapat melindung anak seumur hidup. Imunisasi polio dapat diberikan secara bertahap dengan dua bentuk vaksin, antara lain:

  1. Imunisasi tetes, diberikan bertahap pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.
  2. Imunisasi suntik, diberikan pada anak usia 4 bulan berbarengan dengan imunisasi tetes.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Putri
Razdkanya Ramadhanty
JOIN US
JOIN US