The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Olahraga 3 Jam Sebelum Tidur Tidak Disarankan, Kenapa?
Ilustrasi olahraga. (Pexels/Polina Tankilevitch)
Health

Olahraga 3 Jam Sebelum Tidur Tidak Disarankan, Kenapa?

Ini alasannya.

Selasa, 07 Juli 2020 18:30 WIB 07 Juli 2020, 18:30 WIB

INDOZONE.ID - Rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga adalah salah satu upaya menjaga kesehatan tubuh. Di masa pandemi seperti sekarang, penting sekali untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit.

Para ahli menyarankan olahraga dilakukan minimal 150 menit dengan intensitas sedang per minggu. Jangan lupa untuk menyisipkan hari istirahat untuk berolahraga, umumnya 2-3 hari sekali.

Olahraga bisa dilakukan di manapun dan kapan saja. Tapi menurut pelatih pribadi tersertifikasi, Salsabila Avinandita, ada waktu terbaik untuk berolahraga.

“Menurut aku dan dari beberapa penelitian, waktu yang baik untuk olahraga itu setelah makan siang. Tapi bagi beberapa orang itu kan susah ya karena kerja atau apalah, jadi waktunya bisa ditentukan sendiri,” kata Salsa dalam suatu webinar, Selasa (7/7/2020).

Olahraga 3 Jam Sebelum Tidur Tidak Disarankan, Kenapa?
Ilustrasi olahraga. (Pexels/Oleg Magni)

Perempuan yang sering berbagi tutorial olahraga di akun Instagram @salsaliveit itu menambahkan, olahraga yang baik itu dilakukan pada pukul 2 siang karena tubuh telah menerima asupan makanan, baik pada sarapan atau makan siang.

Namun bagi orang-orang yang ingin berolahraga setelah bangun tidur juga tidak masalah. Akan tetapi ada baiknya sebelum berolahraga sarapan dahulu. Sarapannya pun tidak perlu yang berat, bisa pisang atau kurma karena hanya untuk meningkatkan energi.

Lalu bagi orang-orang yang disibukkan dengan kerja atau aktivitas lain, bisa berolahraga pukul 5-6 sore. Tapi usahakan untuk tidak berolahraga maksimal tiga jam sebelum tidur.

“Olahraga tiga jam sebelum tidur itu enggak boleh karena bikin tidur enggak nyenyak. Tapi kalau enggak ada waktu sama sekali bisa juga olahraga mendekati jam tidur. Pilih olahraga yang heart rate-nya rendah, jangan pilih olahraga kardio,” pungkas Salsa.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US