The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Dinilai Tak Berbahaya, Publik Tak Perlu Panik Hadapi Gelombang Omicron BA.4 dan BA.5
Ilustrasi varian Omicron. (Foto/Freepik)
Health

Dinilai Tak Berbahaya, Publik Tak Perlu Panik Hadapi Gelombang Omicron BA.4 dan BA.5

Selasa, 14 Juni 2022 13:22 WIB 14 Juni 2022, 13:22 WIB

INDOZONE.ID - Masyarakat diimbau tidak perlu panik menghadapi gelombang selanjutnya varian terbaru Covid-19 yakni Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 karena tidak berbahaya.

Pasalnya varian Omicron ini tidak menimbulkan gejala yang berat bagi penderitanya.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI dr. Budiman terkait dengan ancaman gelombang keempat Covid-19 yang membayangi publik tanah air.

"Kalau kami membaca, (varian) BA.4 dan BA.5 itu sendiri sebetulnya salah satu varian yang tidak signifikan, maksudnya tidak menimbulkan gejala yang berat. Jadi, kita tidak perlu takut," kata Budiman kepada wartawan di Tower 1 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (14/6/2022).

Meskipun tidak menimbulkan gejala yang berat, Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran tetap memastikan ketersediaan sarana dan prasarana untuk menanggapi situasi peningkatan kasus COVID-19.

Persiapan tersebut merupakan bentuk kesiagaan RSDC Wisma Atlet Kemayoran dalam merespons peningkatan kasus yang mungkin terjadi ke depannya.

Adapun sejumlah sarana dan prasarana yang dipastikan telah siap.

Budiman mengatakan sarana dan prasarana tersebut antara lain alat-alat kesehatan, obat-obatan, oksigen, alat perlindungan diri atau APD, serta ketersediaan tempat tidur sebanyak 3.801 unit.

"Sarana-prasarana itu semua sudah tersedia. Pendukung yang lain, misalkan oksigen, itu ada banyak. Bahkan, oksigen hampir tidak diperlukan untuk varian ini," katanya.

Selain sarana dan prasarana, RSDC Wisma Atlet juga memastikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) untuk menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19.

"SDM pun alhamdulillah selalu terdukung. Kami menghitung dengan analisis beban kerja. Misalnya, untuk 100 orang pasien itu diperlukan berapa spesialis, berapa perawat, dan lain-lain; itu ada hitungannya dari masing-masing profesi," tambahnya.

Oleh karena itu, terkait ketersediaan SDM, RSDC Wisma Atlet berkoordinasi dengan seluruh jajaran pentahelix, seperti emerintah, akademisi, pihak swasta, masyarakat atau komunitas, serta media.

"Koordinasi yang sangat bagus di antara pentahelix. Jadi kami juga saling percaya dan saling mengontrol, akuntabel dan auditable, bahwa semua aset kami adalah titipan dari rakyat," ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US