The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Wanita yang Pernah Keguguran Berisiko Lebih Tinggi Alami Stroke, Benarkah?
Ilustrasi wanita alami keguguran. (Freepik)
Health

Wanita yang Pernah Keguguran Berisiko Lebih Tinggi Alami Stroke, Benarkah?

Kamis, 23 Juni 2022 17:00 WIB 23 Juni 2022, 17:00 WIB

INDOZONE.ID - Keguguran adalah kondisi kehilangan kehamilan secara spontan sebelum usia kandungan memasuki minggu ke-20. Siapa pun yang mengalami kondisi ini akan sangat terpukul.

Menurut sebuah penelitian dari jurnal BMJ mengatakan bahwa wanita yang pernah mengalami kemandulan, keguguran, atau lahir mati, memiliki risiko mengalami stroke.

Laporan tersebut, yang menganalisis data dari delapan studi di tujuh negara, menyarankan wanita yang menderita infertilitas atau keguguran harus dipantau dan diberi konseling tentang cara menurunkan risiko stroke.

Dilansir Insider, seorang OB-GYN yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan bahwa temuan tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati, karena memiliki keterbatasan yang signifikan dan hubungan yang ditemukan relatif lemah.

Baca juga: Dialami Dinda Hauw, Ternyata Wanita Hamil Anak Kembar Berisiko Tinggi Keguguran

"Penting bagi wanita untuk memahami bahwa ada banyak penyebab wanita keguguran berulang dan kelahiran mati," kata Dr. Patrick Ramsey dari UT Health San Antonio.

"Karena penelitian tidak dapat menguraikan penyebab tersebut secara terpisah, hampir tidak mungkin untuk menerapkan pengetahuan dari penelitian ini kepada pasien tertentu," tambah Dr. Patrick.

Sementara itu, menurut American Heart Association, wanita lebih mungkin mengalami stroke, dan meninggal karena mengalami kelahiran mati beberapa kali. Faktanya, ini adalah penyebab kematian nomor 3 pada wanita.

Sementara faktor-faktor tertentu seperti tekanan darah tinggi dan diabetes meningkatkan risiko. Namun mereka tidak menjelaskan mengapa wanita lebih rentan mengalaminya.

Untuk melakukan analisis, mereka melihat database yang melacak kesehatan reproduksi dan penyakit kronis pada wanita dari Australia, Cina, Jepang, Belanda, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat. Secara keseluruhan, sekitar 620.000 wanita berusia 30-an hingga 70-an dilibatkan.

Menggunakan kuesioner dan catatan rumah sakit,  para peneliti menemukan wanita dengan riwayat infertilitas memiliki risiko 14% lebih tinggi terkena stroke.

Mereka yang pernah mengalami keguguran memiliki risiko 11% lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengalami keguguran, dan mereka yang mengalami kelahiran mati memiliki risiko lebih dari 30% lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki riwayat lahir mati.

Namun, dari data yang tersedia, hanya 2,8% peserta yang mengalami stroke non-fatal dan 0,7% mengalami stroke mematikan.

Para peneliti mengatakan hubungan antara infertilitas dan risiko stroke mungkin dijelaskan oleh kondisi lain, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang dapat membahayakan kesuburan dan dapat meningkatkan risiko stroke.

Penulis penelitian ini juga mencatat bahwa faktor gaya hidup seperti merokok juga dapat berkontribusi pada hasil kehamilan yang merugikan dan stroke.

Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih rinci untuk memastikan apakah benar, keguguran menjadi salah satu penyebab wanita mengalami stroke.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Fitri
Fitri

Fitri

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US