Memahami Kondisi Kelelahan Akibat Gangguan Psikis dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi wanita sedang kelelahan bekerja. (Freepik)
Health

Memahami Kondisi Kelelahan Akibat Gangguan Psikis dan Cara Mengatasinya

Jangan disepelekan.

Rabu, 06 Mei 2020 14:07 WIB 06 Mei 2020, 14:07 WIB

INDOZONE.ID - Kelelahan tidak hanya terjadi pada fisik melainkan juga kelelahan psikis atau mental. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja. Biasanya seseorang yang mengalami kelelahan mental merasa kewalahan baik secara fisik maupun emosional. Gangguan ini membuat orang menjadi tidak peduli bahkan apatis.

Mulanya gejala ini terlihat ringan dan mudah diatasi, namun pada kenyataanya kelelahan mental tetap membutuhkan penanganan yang tepat. Gejala kelelahan mental muncul secara bertahap, masing-masing orang menunjukkannya dengan cara yang berbeda.

Adapun tanda-tanda emosional yang dipicu kelelahan mental seperti depresi, kegelisahan, sinisme, pesimisme, kurang motivasi, penurunan produktivitas, selalu merasa takut, dan kesulitan berkonsentrasi.

kelelahan
Ilustrasi kelelahan bekerja di kantor. (Freepik)

Sedangkan tanda-tanda yang terjadi pada fisik akibat kelelahan mental diantaranya sakit kepala, sakit perut, pegal-pegal, kelelahan kronis, perubahan nafsu makan, insomnia, pertambahan berat badan atau penurunan berat badan, peningkatan penyakit, seperti pilek dan flu.

"Dengan kata lain, kelelahan fisik yang berkepanjangan mampu memengaruhi psikis seseorang. Bahkan, beberapa diantaranya berperilaku dengan cara yang tidak sesuai dengan karakter dirinya sendiri," ungkap Psikolog Klinis Nur Rochman pada Indozone, Rabu (6/5/2020).

kelelahan
Ilustrasi kelelahan bekerja. (Freepik/Yanalya)

Kelelahan mental yang dipengaruhi kelelahan fisik merupakan kondisi ekstrem yang terjadi akibat kelelahan tanpa henti yang menguras seluruh energi yang dimiliki.

Ia juga menambahkan bahwa kelelahan mental dapat memengaruhi komitmen pribadi atau pekerjaan sehingga mendatangkan kinerja buruk di lingkungan bekerja.

Langkah mudah untuk mengatasi hal tersebut yakni melakukan konsultasi dengan tim medis serta melakukan perawatan secara berkala. Misalnya mengonsumsi obat anti cemas dan depresi guna mengembalikan pola tidur yang normal. Serta konsultasi dengan tim medis tentang bagaimana mengelola stres yang baik. 


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU