The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Dokter: Minum Susu Rutin Tak Bisa Bersihkan Paru-Paru  Perokok yang Rusak
Ilustrasi susu dan rokok. (Unsplash)
Health

Dokter: Minum Susu Rutin Tak Bisa Bersihkan Paru-Paru Perokok yang Rusak

Kamis, 26 Agustus 2021 15:04 WIB 26 Agustus 2021, 15:04 WIB

INDOZONE.ID - Dokter spesialis patologi anatomi RS Dharmais, dr. Evlina Suzanna, Sp.PA menyebut, minum susu rutin selama 1 minggu atau bahkan sebulan tak akan membersihkan paru-paru seorang perokok yang rusak akibat kebiasaan merokoknya.

"Tidak ada hubungannya minum susu selama seminggu, dua minggu, sebulan dengan pembersihan paru," katanya dr Evlina, Kamis (26/8), dikutip dari Antara.

Kebiasaan merokok dapat merusak saluran dan kantung udara kecil (alveoli) di paru-paru. Akibat dari kerusakan itu, Evlina mengatakan butuh waktu sekitar 30 tahun untuk membebaskan DNA yang rusak dari efek buruk yang ditimbulkan dari merokok.

"Jadi, apabila seseorang telah merokok berat atau ringan itu nanti membebaskan DNA ini dari efek rokok itu berpuluh-puluh tahun," kata Evlina lagi.

Lebih lanjut, merokok termasuk faktor utama risiko terjadinya kanker paru. Seorang perokok berpeluang 20-50 kali lebih tinggi terkena kanker ini dibandingkan mereka yang tidak merokok. Merokok juga menjadi penyebab 80 persen kematian akibat kanker.

Data dari laman Johns Hopkins Medicine memperlihatkan, merokok cerutu 5 batang sehari berisiko terkena kanker paru-paru yang sama besarnya dengan merokok dengan rokok biasa satu bungkus sehari.

Sementara itu, merokok pasif bukannya bebas dari risiko kanker. Data menunjukkan, seringnya terpapar asap rokok dari perokok aktif ini meningkatkan risiko terkena kanker paru 20-30 persen.

Di Indonesia, data Global Cancer Statistics (Globocan) tahun 2020 menunjukkan, angka kejadian kanker paru meningkat dari sebelumnya 30.023 pada tahun 2018, menjadi 34.783 pada tahun 2020.

"Angka insiden di tanah air mulai terjadi pada usia 35 tahun kemudian meningkat 4 kali lipat dan berkali lipat sampai usia 60 tahunan," pungkas Evlina.

Dari sisi gejala, mereka yang terkena kanker paru umumnya merasakan gejala seperti batuk, sakit dada, sesak napas, mengi, infeksi paru-paru berulang, suara serak, pembengkakan leher dan wajah, nyeri dan kelemahan di bahu, lengan, atau tangan dan demam.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Silvia Marissa
Dina

Dina

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US