The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Warning Studi Ilmiah Beberkan Pria Bisa Mandul Akibat Covid-19, Ini Penjelasannya
Ilustrasi pria mandul (Foto: iStockphoto)
Health

Warning Studi Ilmiah Beberkan Pria Bisa Mandul Akibat Covid-19, Ini Penjelasannya

Senin, 24 Januari 2022 19:53 WIB 24 Januari 2022, 19:53 WIB

INDOZONE.ID - Pria yang terinveksi COVID-19 berdasarkan studi ilmiah bisa menurunkan kesuburan alias mandul.

Sebuah studi baru yang didanai oleh National Institutes of Health (NIH) menemukan bahwa kesuburan pria dapat dipengaruhi secara negatif oleh infeksi COVID-19.

Para peneliti yang mengerjakan penelitian yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology melaporkan bahwa virus tersebut dapat mengganggu kesuburan pria hingga 60 hari.

Untuk penelitian ini, tim memantau lebih dari 2.100 wanita dan beberapa pasangan mereka di AS dan Kanada selama sekitar satu tahun.

Mereka pemeriksaan terhadap orang-orang yang divaksinasi dan mereka yang dites positif virus corona selama penelitian, yang berakhir pada November 2021.

Para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan pria yang tidak dites positif COVID-19, mereka yang telah terinvesi ternyata tidak mampu membuahi pasangannya hamil dalam waktu 60 hari dari siklus menstruasi yang terakhir.

Meskipun dalam penelitian tidak dapat mengetahui apa penyebab spesifik dari gangguan ini, namun ada alasan untuk percaya bahwa infeksi mempengaruhi produksi sperma pada pria.

Menurut NIH, salah satu gejala COVID-19 adalah demam, dan demam diketahui mengurangi jumlah dan motilitas sperma.

“Produksi sperma umumnya membutuhkan suhu tubuh yang normal,” kata Direktur Kesuburan Pria dan Bedah Mikro Lenox Hill Hospital di New York City, Dr. Boback Berookhim seperti yang dilansir CNBC, Senin (24/1/2022).

Para peneliti dari Boston University School of Public Health (BUSPH) mengatakan bahwa temuan mereka dapat diperbaiki atau dihindari melalui vaksinasi.

“Banyak individu usia reproduksi telah menyebutkan kekhawatiran tentang kesuburan sebagai alasan untuk tetap tidak divaksinasi,” asisten profesor peneliti BUSPH epidemiologi dan penulis utama studi Dr. Amelia Wesselink seperti dikutip oleh SciTechDaily.

Dia melanjutkan, “Studi kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa vaksinasi COVID-19 pada salah satu pasangan tidak terkait dengan kesuburan di antara pasangan yang mencoba untuk hamil melalui hubungan seksual. Waktu hingga kehamilan sangat mirip terlepas dari status vaksinasi.”

Wesselink mencatat bahwa mereka tidak menemukan efek jangka panjang dari COVID pada kesuburan pria dan wanita.

Namun, mengandung bayi melalui hubungan seksual mungkin memakan waktu lebih lama setelah seorang pria dinyatakan positif terkena virus.

Antisipasi dengan vaksinasi

Para peneliti dari Boston University School of Public Health (BUSPH) mengatakan bahwa temuan terkait dengan kemandulan ini bisa diantisipasi dengan melakukan vaksinasi.

“Banyak individu usia reproduksi mengkhawatirkan kondisi kesuburan mereka sebagai alasan untuk tidak divaksinasi,” asisten profesor peneliti BUSPH epidemiologi dan penulis utama studi, Dr. Amelia Wesselink seperti dikutip oleh SciTechDaily.

“Studi kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa vaksinasi COVID-19 pada salah satu pasangan tidak terkait dengan kesuburan di antara pasangan yang mencoba untuk hamil melalui hubungan seksual. Waktu hingga kehamilan sangat mirip terlepas dari status vaksinasi,” tambahnya.

Wesselink mencatat bahwa mereka tidak menemukan efek jangka panjang yang membuat pria dan wanita mandul dalam jangka panjang akibat Covid-19.

Namun bagi pasangan yang ingin program memiliki bayi melalui hubungan seksual mungkin memakan waktu lebih lama setelah seorang pria dinyatakan positif terkena virus.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US