Awas Terjebak Terapis Bodong, Begini Cara Menghindarinya
Cara menghindari terjebak terapis bodong (SF WEEKLY)
Health

Awas Terjebak Terapis Bodong, Begini Cara Menghindarinya

Hati-hati terjebak terapis bodong

Jumat, 14 Februari 2020 19:05 WIB 14 Februari 2020, 19:05 WIB

INDOZONE.ID - Nama psikoterapis Dedy Susanto tiba-tiba ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini bermula saat selebgram Revina VT mempertanyakan sertifikasi pria yang kerap memberikan kata-kata motivasi di akun media sosial pribadinya. 

Menurut Revina, nama Dedy Susanto tidak terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan tidak memiliki izin praktik. 

Tak hanya itu, Revina juga mengatakan bila Dedy Susanto kerap melakukan pelecehan seksual pada klien terapinya. Hal itu coba ia buktikan dengan mengunggah cerita para pasien yang mengaku pernah menjadi korban lewat Instagram Story. Sebagian besar mengaku mendapat pelecehan ketika melakukan sesi hipnoterapi.

Terlepas dari benar atau tidaknya kasus tersebut, menurut psikolog klinis dewasa, Arrundina Puspita Dewi, M. Psi, hipnoterapi memang lazim dilakukan untuk menangani keluhan-keluhan psikologis karena merupakan metode psikoterapi. Hipnoterapi tak hanya bisa dilakukan oleh psikolog, tapi juga orang-orang yang sudah memiliki sertifikasi.

"Orang tersebut pernah belajar metode hipnoterapi dan berpengalaman menangani klien dengan keluhan psikologis menggunakan metode ini," ujar Arrundina saat dihubungi Indozone, Jumat (14/2/2020) melalui pesan singkat.

Ilustrasi terapis
Terapis bodong ilustrasi (Huffingtonpost)

Namun tidak menutup kemungkinan adanya oknum tertentu yang mengaku bisa melakukan hipnoterapi namun malah memanfaatkan kliennya untuk hal negatif. Oleh karena itu, Arrundina menyarankan agar klien melakukan pengecekan sebelum melakukan hipnoterapi.

"Sebaiknya memang cek dulu lisensi terapisnya. Apakah memang sertifikasinya dikeluarkan oleh lembaga yg kredibel atau tidak. Selain itu, memang hipnoterapi lebih baik dilakukan oleh psikoterapis yang juga seorang psikolog," ucap Arrundina.

Menurutnya, apabila hipnoterapi dilakukan oleh psikoterapis yang juga psikolog, maka saat melakukan prosesnya, keluhan klien bisa benar-benar dipahami. Dengan begitu solusi yang diberikan menjadi lebih tepat.

"Perlu diingat kalau tidak semua hipnoterapis itu psikolog dan tidak semua psikolog punya kemampuan untuk melakukan hipnoterapi," kata Arrundina.

Langkah lain untuk mewaspadai metode hipnoterapi dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawan adalah memerhatikan gerak-gerik terapis.


"Kalau terapisnya mulai sentuh-sentuh atau melakukan kontak fisik secara langsung, itu perlu dipertanyakan. Sebab sebenarnya ada kode etik dalam menangani klien. Tidak boleh melakukan kontak fisik secara langsung karena melanggar privasi apalagi tanpa seizin klien yang bersangkutan," tandas Arrundina.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dinno Baskoro
Maria Adeline Tiara Putri

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU